Minggu, 17 Mei 2026

MTI Minta Penutupan Pelintasan Sebidang Dilakukan Bertahap dan Terukur, Ingat Dampaknya

MTI menilai penutupan pelintasan sebidang perlu hati-hati karena berisiko memicu kemacetan hingga isolasi ekonomi warga.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
PERLINTASAN - Sejumlah pengendara melintasi jalur perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu di kawasan Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026). Perlintasan tanpa palang pintu masih menjadi ancaman nyata, di tengah tingginya mobilitas masyarakat yang melintas setiap hari. Tragedi kecelakaan KRL di Bekasi Timur menjadi sorotan serius terhadap keselamatan perlintasan sebidang yang hingga kini masih minim pengamanan khususnya di Pulau Jawa. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api sebidang di Pulau Jawa yang belum dilengkapi sistem pengaman memadai. Upaya perbaikan pun direncanakan melalui pembangunan pos jaga serta infrastruktur pendukung seperti flyover, dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp4 triliun. Tribunnews/Jeprima 

Namun hingga kini, ribuan titik masih belum tertangani dengan baik.

“Kita minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia. Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang," kata Lasarus, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

"Tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik. Coba kita cek data sampai saat ini ada ribuan perlintasan sebidang di Indonesia yang tidak tertangani,” imbuhnya.

Lasarus menegaskan, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, potensi kecelakaan kereta api akan terus terjadi. 

Menurutnya, jalur kereta api seharusnya steril dari berbagai hambatan.

"Masih ada perdebatan siapa yang harus menangani pintu perlintasan ini antara Dishub atau pemerintah pusat. Rekomendasi Saya, pintu kereta api itu harus clear and clean sehingga tidak boleh ada hambatan dan harus dilaksanakan oleh pemerintah pusat" katanya.

Selain itu, ia menyoroti persoalan anggaran yang dinilai menjadi akar permasalahan.

"Masalahnya, ujung permasalahan ada pada politik anggaran. Anggaran yang ada di Kementerian Perhubungan masih defisit 11 T tahun ini" pungkasnya.

Berdasarkan data KAI, pada 2024 terdapat 3.896 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri atas 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 tidak terdaftar. 

Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 lainnya belum dijaga.

Memasuki 2025, jumlah perlintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik, dengan 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 tidak terdaftar. 

Hingga Desember 2025, sebanyak 1.864 perlintasan telah dijaga, sedangkan 912 lainnya masih belum dijaga.

Seperti diketahui, kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Akibat tabrakan sejumlah korban perempuan berjatuhan dan dievakuasi oleh petugas gabungan dari berbagai unsur.

Proses investigasi terkait penyebab kecelakaan kereta saat ini masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

(Tribunnews.com/ Chrysnha, Chaerul Umam)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved