Manuver Politik Jokowi
Jokowi Siap ‘Turun Gunung’, Golkar Enggan Berkomentar Banyak
Menurut Idrus, langkah politik siapa pun, termasuk Jokowi, merupakan hak politik yang dijamin dan tidak patut diintervensi pihak lain.
Ringkasan Berita:
- Jokowi bakal 'turun gunung' dan disebut-sebut masuk jajaran Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendapat respons dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham.
- Golkar memilih tidak ikut mencampuri langkah Jokowi tersebut dan dinamika internal partai lain.
- Menurut Idrus, langkah politik siapa pun, termasuk Jokowi, merupakan hak politik yang dijamin dan tidak patut diintervensi pihak lain.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bakal 'turun gunung' dan disebut-sebut masuk jajaran Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mendapat respons dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham.
Namun, Golkar memilih tidak ikut mencampuri langkah Jokowi tersebut dan dinamika internal partai lain.
Baca juga: Sekjen Demokrat Tak Khawatir Jokowi Turun Gunung Keliling Indonesia: Silakan, Itu Hak Warga Negara
Menurut Idrus, langkah politik siapa pun, termasuk Jokowi, merupakan hak politik yang dijamin dan tidak patut diintervensi pihak lain.
“Aduh saya kira itu internal partai ya, jadi mau jadi apa saya kira kita tidak ini. Tidak mau ikut apapun,” kata Idrus Marham kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Jokowi Janji Hadir di Persidangan Jika Kasus Ijazah P21, Kuasa Hukum: Ijazah dari SD-S1 Bakal Dibawa
Idrus menegaskan, setiap orang bebas menggunakan hak politiknya, termasuk jika Jokowi nantinya benar-benar bergabung sebagai Dewan Pembina PSI maupun aktif turun langsung dalam aktivitas politik partai tersebut.
“Bagi siapapun menggunakan hak politiknya, ya misalkan infonya mau masuk sebagai Dewan Pembina di PSI lalu kemudian turun, itu kan langkah itu hak politik orang masing-masing,” ucapnya.
Ia menilai, sikap menghormati pilihan politik merupakan bagian dari etika demokrasi.
Sebab itu, Golkar tidak ingin memberikan penilaian lebih jauh terhadap kemungkinan langkah politik Jokowi di PSI.
“Jadi kita tidak boleh mencampuri hak politik orang dan bagaimana menggunakan hak politik itu,” ucapnya.
Politikus senior Golkar itu juga menegaskan bahwa akan sangat tidak etis jika dirinya sebagai kader Golkar ikut menyoroti urusan internal partai lain.
“Sangat tidak etis kalau saya dari Golkar menyoroti hal-hal seperti itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik yang menyebut Jokowi akan kembali turun gunung menyapa masyarakat pada Juni 2026 mendatang.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah pulih 99 persen.
"Kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah," ujar Freddy dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: P21 Tak Kunjung Terbit, Kuasa Hukum Dokter Tifa Yakin Kasus Ijazah Jokowi Tak Akan Lanjut
Politikus PDIP: Ancaman bagi Prabowo
Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli, menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Indonesia merupakan sebuah pesan terselubung sekaligus ancaman bagi Presiden Prabowo Subianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-ke-7-RI-Joko-Widodo-Jokowi-saat-menghadiri-penutupan-Rakernas-I-PSI.jpg)