Sabtu, 23 Mei 2026

Setelah Ada Taruhan Prabowo Akan Lengser Tahun Ini, Polymarket Diblokir Komdigi

Laman Polymarket.com, sebuah platform pasar prediksi, resmi diblokir diblokir oleh Komdigi.

Tayang:
Tribunnews.com/Laman Polymarket
TARUHAN - Laman Polymarket diblokir Komdigi. Pemblokiran terjadi tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan taruhan di Polymarket. 

Ringkasan Berita:
  • Komdigi memblokir laman Polymarket, sebuah platform pasar prediksi.
  • Pemblokiran dilakukan setelah muncul taruhan Presiden Prabowo akan lengser tahun ini.
  • Komdigi menggolongkan Polymarket sebagai platform judi dan bertentangan dengan hukum di Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM - Laman Polymarket.com, sebuah platform pasar prediksi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI).

Di samping itu, Komdigi kini menelusuri akun-akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket supaya dibatasi dan diblokir aksesnya di berbagai platform.

Pemblokiran terjadi tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan taruhan di Polymarket.

Taruhan itu bertajuk "Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...?" dan isinya mengajak pengguna internet untuk menebak apakah Prabowo akan mundur atau lengser dari jabatannya pada bulan-bulan tertentu tahun ini.

Mengenai alasan diblokirnya Polymarket, Komdigi menyebut platform yang memfasilitasi taruhan berbasis uang atas suatu hasil atau kejadian tertentu tetap digolongkan sebagai judi online (judol).

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia. Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar di Jakarta Pusat, Jumat, (22/05/2026), dikutip dari laman resmi Komdigi.

Pemblokiran itu, menurut Alex, merupakan langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama generasi muda dan pengguna ruang digital nasional.

"Tindakan tegas pemutusan akses ini sejalan dengan yurisdiksi global. Sejumlah negara juga menerapkan tindakan serupa terhadap Polymarket maupun platform prediction market karena dinilai menyerupai praktik perjudian online. Singapura, Brasil, dan India telah melakukan pemblokiran resmi terhadap Polymarket, sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang juga menerapkan pembatasan akses sesuai ketentuan hukum nasional masing-masing," demikian keterangan Komdigi.

Komdigi mengimbau publik tidak mengakses dan terlibat dalam spekulasi berbasis taruhan digital lantara bisa menyebabkan kerugian finansial dan melanggar hukum di Indonesia.

"Kementerian Komunikasi dan Digital terus memperkuat pengawasan ruang digital serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan ekosistem digital nasional tetap aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat," kata Komdigi.

Baca juga: Mirip Joe Biden, Isu Prabowo Mundur Ikut Jadi Bahan Taruhan di Polymarket

Mengenal Polymarket

Polymarket adalah platform pasar prediksi (prediction market) berbasis teknologi blockchain asal AS, 

Platform ini memungkinkan pengguna dari seluruh dunia untuk bertaruh atau "membeli saham" menggunakan mata uang kripto atas hasil dari berbagai peristiwa nyata.

Melalui Polymarket, pengguna bisa memasang taruhan untuk berbagai jenis isu mulai dari hasil pemilu, kebijakan ekonomi, hingga isu budaya populer.

Di Polymarket, setiap prediksi disajikan dalam saham "Yes" (Ya) atau "No" (Tidak) dengan harga berkisar antara $0.01 hingga $0.99.

Harga saham ini bergerak dinamis, mencerminkan probabilitas atau persentase peluang terjadinya peristiwa tersebut berdasarkan penilaian pasar.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved