Rabu, 27 Mei 2026

Pemkab Wonosobo Kejar Penurunan Zero Dose, Sebanyak 12.548 Anak jadi Sasaran Imunisasi 2026

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong langkah percepatan penanganan anak zero dose imunisasi. 

Tayang:
Editor: Content Writer
Tribun Jateng/Imah Masitoh
DOSE ZERO IMUNISASI - Peserta mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas lintas sektor untuk memperkuat percepatan penurunan zero dose imunisasi di Kabupaten Wonosobo, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, UNICEF, hingga akademisi dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Wonosobo. 

TRIBUNNEWS.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong langkah percepatan penanganan anak zero dose imunisasi. Upaya ini dibahas dalam kegiaitan Peningkatan Kapasitas Lintas Sektor dalam Strategi Mobilisasi Masyarakat untuk Penurunan Zero Dose Imunisasi. 

Kegiatan ini dilakukan di Hotel Front One Wonosobo, Selasa (26/5/2026). Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan mengatakan, kondisi zero dose berarti anak sama sekali belum memperoleh perlindungan imunisasi dasar.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo menunjukkan persoalan imunisasi di daerah itu masih menjadi tantangan serius. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 1.607 anak atau 38,4 persen dari total sasaran belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib dosis pertama.

“Jadi zero dose ini satu istilah untuk anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan suntikan satu dosis pun untuk vaksinasi dasar,” kata Jaelan.

Ia menjelaskan, anak yang tidak mendapatkan imunisasi berisiko terserang penyakit berbahaya seperti difteri, pertusis, hingga tetanus.

Dalam paparan Dinkes Wonosobo, cakupan imunisasi dasar lengkap terus mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Pada 2023, capaian imunisasi masih berada di angka lebih dari 90 persen. Namun turun menjadi 66,75 persen pada 2024 dan kembali merosot menjadi 58,7 persen pada 2025.

Dinkes juga mencatat adanya ketimpangan antara data sasaran imunisasi dan angka kelahiran riil di lapangan. Pada 2024, sasaran imunisasi dari Pusdatin Kementerian Kesehatan mencapai 14.841 anak, sementara angka kelahiran hidup hanya sekitar 9.322 anak.

Setelah dilakukan pemetaan ulang bersama Pusdatin dan Clinton Health Access Initiative (CHAI), jumlah sasaran 2026 disesuaikan menjadi 12.548 anak. 

“Penurunan 2.000 sekian sasaran ini menjadi penyemangat kita semuanya untuk melacak dan memastikan,” ujar Jaelan.

Paparan Dinkes Wonosobo juga mengungkap sejumlah wilayah dengan tingkat zero dose tertinggi. Kecamatan Kalikajar menjadi daerah paling rawan, khususnya di Puskesmas Kalikajar 1 dengan 91 anak belum imunisasi atau 52,69 persen, serta Kalikajar 2 sebanyak 99 anak atau 49,58 persen. 

Selain itu, Puskesmas Leksono 2 mencatat 38 anak belum imunisasi dengan tingkat kerawanan 51,57 persen, sedangkan Sukoharjo 2 mencapai 49,76 persen.

Untuk jumlah kasus terbanyak, wilayah Sapuran menjadi penyumbang terbesar dengan 126 anak zero dose, disusul Wonosobo 1 sebanyak 121 anak dan Mojotengah 115 anak. 

Dinkes menilai masalah utama berasal dari aspek akses dan pemanfaatan layanan imunisasi. Sebanyak 37 persen bayi bahkan belum terdata dalam sistem layanan kesehatan. 

Selain itu, terdapat fenomena drop out, yakni orang tua hanya membawa anak imunisasi sekali lalu tidak melanjutkan imunisasi berikutnya.

“Artinya banyak orang tua datang sekali untuk imunisasi pertama, lalu putus di tengah jalan tidak mau kembali lagi,” lanjutnya

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved