Mendikdasmen: Sekolah Belum Sepenuhnya Aman, Perundungan Kini Makin Beragam
Abdul Mu'ti mengakui sekolah di Indonesia saat ini belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak
Ringkasan Berita:
- Menteri Abdul Mu’ti mengakui sekolah Indonesia belum sepenuhnya aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak saat ini.
- Perundungan semakin beragam, sementara lingkungan fisik serta sosial sekolah belum mendukung keamanan murid secara menyeluruh.
- Pemerintah mendorong pendekatan humanis melalui regulasi budaya sekolah aman, nyaman, sehat, dan ramah disabilitas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengakui sekolah di Indonesia saat ini belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Dirinya mengatakan perlindungan murid di sekolah sangat penting.
"Penguatan karakter dan perlindungan murid di sekolah sangat penting dalam situasi sekarang ini, dimana kita harus melihat sebuah realitas bahwa sekolah memang sekarang belum menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita," kata Abdul Mu’ti.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional bertajuk "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dalam rangka Penguatan Karakter dan Perlindungan Murid di Sekolah" di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Menurutnya, berbagai bentuk perundungan masih terus terjadi dengan pelaku dan ragam kasus yang semakin beragam.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga kemampuan sekolah menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang aman bagi murid.
"Berbagai bentuk perundungan masih terus terjadi dan bahkan kalau kita lihat ragam perundungannya dan pelakunya juga semakin beragam," ujarnya.
Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman.
Regulasi itu, kata Abdul Mu'ti, sejalan dengan gerakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah.
Ia menegaskan sekolah aman tidak hanya berkaitan dengan konstruksi bangunan yang tahan bencana.
Baca juga: Nama Soleil di-Bully hingga Jadi Bahan Bercandaan, Alyssa Daguise Bereaksi: Nggak Lucu!
Sekolah juga harus ramah terhadap anak berkebutuhan khusus dan mendukung kesehatan lingkungan.
"Kita melihat sekarang ini banyak bangunan fisik sekolah kita belum friendly terhadap para penyandang disabilitas atau difabilitas," katanya.
Ia juga menyoroti masih banyak ruang kelas yang gelap dan memiliki sirkulasi udara buruk karena terlalu mengandalkan pendingin ruangan.
"Ke depan dalam konsep revitalisasi, sekolah yang environmentally friendly harus menjadi perhatian," ujarnya.
Selain faktor fisik, Abdul Mu’ti menilai keamanan sosial dan psikologis di sekolah juga menjadi persoalan serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-bullying.jpg)