Selasa, 2 Juni 2026

Menghitung Biaya Kuliah di Rusia, Lebih Murah dari Jakarta?

Tribunnews.com Network diberi kesempatan mengunjungi tiga kota di Rusia untuk melihat dari dekat sistem pendidikan di negara itu.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Hasanudin Aco
Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg Rusia. 

 

TRIBUNNEWS.COM, RUSIA - Selama sepekan, Tribunnews.com Network diberi kesempatan mengunjungi tiga kota di Rusia untuk melihat dari dekat sistem pendidikan di negara itu.

Meski media Barat gencar memberitakan soal perang Rusia dengan negara tetangganya Ukraina namun suasana 3 kota yang Tribunnews.com kunjungi jauh dari kesan negara yang sedang 'berkonflik".

Tiga kota tersebut adalah Moskow, Tomsk, dan St Petersburg.

Aktivitas tiga kota itu berjalan normal, tak terlihat tanda-tanda sedang berperang. 

"Kita di sini aman-aman saja. Mungkin kalau ada konflik ya letaknya jauh di pelosok, di perbatasan. Rusia ini sangat luas," demikian seorang mahasiswa Indonesia di Rusia.

sasana di st peters
Suasana di dalam Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg Rusia.  /Foto: Hasanuddin Aco

Biaya Kuliah dan akomodasi

Selain faktor keamanan, persoalan biaya kuliah, termasuk biaya hidup, jika kuliah di Rusia tentu saja menjadi alasan utama para calon mahasiswa memilih kampus.

Biaya kuliah dibagi dalam dua kategori umum yakni biaya pribadi dikeluarkan masing-masing mahasiswa dan  beasiswa alias bebas biaya kuliah kerjasama dengan pihak kampus atau pemerintah.

Namun umumnya para mahasiswa yang ditemui Tribunnews.com di Rusia datang mengeyam pendidikan bermodalkan beasiswa.

Di luar itu sebenarnya yang tak kalah penting adalah mengenai biaya hidup bagi mahasiswa jika kuliah di Rusia.

Tribunnews.com mewawancarai sejumlah mahasiswa dan pengelola kampus di tiga kota di Rusia mengenai hal itu dan jawabannya hampir seragam yakni harga 'terjangkau'.

"Kelihatan lebih murah dari biaya hidup di Jakarta," celetuk seorang anggota rombongan dari Indonesia yang ikut bersama Tribunnews.com.

suasana ruang bljarr
Mahasiswa Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg Rusia sedang belajar.  /Foto: Hasanuddin Aco

Biaya asrama tempat tinggal mahasiswa

Mari kita mulai dari biaya asrama tempat tinggal mahasiswa.

Beberapa kampus di Rusia menyewakan asrama yang bentuknya menyerupai apartemen 'kelas menengah' di Jakarta.

Dikatakan demikian karena suasana apartemen yang terlihat lebih bersih dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, lemari, kitchen set, meja belajar, dan kulkas.

Dan di dalam asrama memiliki WiFi,  kantin, pusat kebugaran, dan fasilitas laundry.

Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg (Mining University of Empress Catherine II) misalnya.

Memiliki 8 asrama mahasiswa, beberapa diantaranya baru-baru ini direnovasi.

Mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, tinggal di asrama ini.

tmpat gym asrama
Sarana gym di asrama mahasiswa Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg.  /Foto: Hasanuddin Aco

Biaya bulanan untuk tinggal di asrama jauh lebih murah daripada rata-rata sewa apartemen untuk tempat tinggal dengan kualitas dan lokasi serupa.

"Harganya ada yang 2.000 Rubel hingga 10.000 Rubel per bulan," demikian seorang pengelola kampus kepada Tribunnews.com.

Jika dirupiahkan sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 2.5 juta per bulan, tergantung kelengkapan fafilitas.

Satu kamar ada yang terdiri dari dua atau 4 tempat tidur sehingga mahasiswa bisa patungan untuk sewa satu kamar apartemen.

Jarak dari apartemen menuju kampus juga tidak terlalu jauh bisa jalan kaki, sepeda atau naik trem.

asrama mhasiswa
Tempat tidur di asrama mahasiswa Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg. /Foto: Hasanuddin Aco

I Komang Arya, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Negeri St. Petersburg (SPbU) mengatakan mendapatkan biaya pendidikan plus biaya hidup 2.600 rubel per bulan.

Dia memperkirakan sekitar Rp 2-3 juta per bulan untuk biaya hidup mahasiswa di St. Petersburg jika tidak boros.

"Saya bangga bisa kuliah di tempat bergengsi seperti ini. Dan di sini aman tidak ada masalah," ujarnya.

I Komang mengatakan kuliah di St Petersburg  karena mendapatkan beasiswa dari pemerintah.

"Awalnya saya rajin mencari-cari di internet soal informasi beasiswa. Kemudian info dari grup telegram, nanya-nanya dan akhirnya saya diterima kuliah di sini," katanya.

srasm amahsiswas
Kamar asrama mahasiswa Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg. /Foto: Hasanuddin Aco

Soal fasilitas di kampus di Kota St Petersburg bukan kaleng-kaleng.

Universitas Pertambangan Saint Petersburg Empress Catherine II lembaga pendidikan teknik tinggi pertama di Rusia.

Didirikan pada tahun 1773 atas dekrit Empress Catherine II, universitas ini merupakan salah satu universitas teknik tertua di dunia.

Merupakan pusat ilmiah dan pendidikan tingkat lanjut yang menyediakan pelatihan teknik di bidang pertambangan dan minyak & gas, konstruksi dan arsitektur, elektronika, mekanika, energi, dan ilmu material, metalurgi dan teknologi kimia, geologi dan geoekologi, TI, ekonomi, dan manajemen – semuanya berfokus pada sektor sumber daya mineral.

Sementara Universitas Negeri Saint Petersburg   menawarkan lebih dari 600 program sarjana, spesialis, magister, dan doktoral.

SPbU terdiri dari 12 institut, 16 fakultas, sebuah perguruan tinggi, sebuah Gimnasium Akademik, Pusat Pelatihan Militer, dan Departemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga di seluruh universitas.

Kampus-kampus Universitas terletak di pusat bersejarah St. Petersburg dan di kompleks pendidikan dan penelitian modern di Peterhof.

Baca juga: Mengunjungi 3 Kampus Kelas Dunia di Moskow yang Melahirkan Para Astronot hingga Ahli Genetika Global

Biaya hidup terjangkau tak hanya di Kota St. Petersburg

Di Kota Tomsk, Rusia, juga demikian.

Seorang mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Kota Tomsk, Rusia, membayar biaya sewa apartemen Rp 300 ribu per bulan.

"Kalau untuk biaya hidup, makan dan sebagainya tergantung pribadi masing-masing. Kalau kami biasanya masak sendiri jadi setiap bulan mungkin kami habiskan sekitar Rp 1,5 juta atau Rp 2 juta," kata Abdurrahman Nabil H mahasiswa Advertising dan Public Relation Universitas Negeri Tomsk Rusia.

Mahasiswa lainnya, Putra yang kuliah di Jurusan Rekayasa Peternakan mengatakan biaya hidup di Rusia tidak semahal dengan Eropa timur.

"Di sini sebulan habis Rp 1 sampai 2 juta. Lainnya dicover beasiswa," katanya.

tomsk asramad
Universitas Negeri Tomsk (TSU)   juga menyediakan apartemen mahasiswa. /Foto: Hasanuddin Aco

Universitas Negeri Tomsk (TSU) di Rusia juga menyediakan apartemen mahasiswa.

Tribunnews.com mengunjungi apartemen tersebut dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung.

Dengan biaya murah  sekitar 1.000 hingga 2.500 Rubel per bulan.

Satu kamar umumnya ditempati oleh 3–4 mahasiswa.

Dimana setiap siswa disediakan tempat tidur, kasur, bantal, selimut, meja pribadi, dan lemari pakaian.

Untuk dapur setiap lantai memiliki dapur yang dilengkapi dengan lemari es, kompor, dan oven.

Sehingga mahasiswa bisa memasak sendiri kebutuhan hidup sehari-hari.

Tak hanya itu sarana pendukung lainnya seperti minimarket, gedung olahraga, ruangan belajar dan sebagainya juga bisa digunakan para mahasiswa. 

Jadi bagaimana? Apakah kamu tertarik kuliah di Rusia?

Untuk informasi selengkapnya bisa menghubungi website masing-masing kampus atau mencari beasiswa dari Kedutaan Rusia di Jakarta.  

Baca juga: Bikin Drone hingga Praktek di Reaktor Nuklir, Keseharian Mahasiswa di Kota Tomsk Rusia

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved