Kritik P2G soal Prabowo Ingin Ada Mapel Bahasa Prancis: Nanti Kunjungan ke Tiongkok, Wajib Mandarin
Perhimpunan Guru mengkritik Prabowo yang menginstruksikan adanya mapel Bahasa Prancis. Nanti takutnya semua bahasa akan dipelajari.
"Dengan asumsi 1 sekolah ada 2 guru Prancis dan Portugis, dari total sekitar 240 ribu sekolah SD-SMA/sederajat, maka dibutuhkan 480 ribu guru bahasa asing tersebut," katanya.
"Yang akan terjadi di sekolah nanti adalah guru mata pelajaran lain yang akan mengajar pelajaran bahasa Prancis dan Portugis. Ini jelas menyalahi prinsip profesionalitas dan beban baru bagi guru," sambung Satriwan.
Baca juga: Komisi X DPR Bakal Minta Penjelasan Kemendikdasmen soal Wacana Bahasa Prancis bagi Pelajar
Lebih lanjut, Satriwan mengatakan bahwa Bahasa Prancis sudah ditetapkan sebagai mapel pilihan bersama bahasa asing lain seperti Arab, Jepang, Korea, Mandarin, dan Jerman.
Dia menjelaskan pada bulan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal meluncurkan program sertifikasi terkait pembelajaran bahasa asing.
"Mei 2026 ini Kemdikdasmen berencana meluncurkan Program Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini telah dibuka dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan sasaran 13 ribu siswa," katanya.
Prabowo Sebut Sudah Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah di Indonesia agar mengajarkan Bahasa Prancis kepada Siswa.
Dia menyebut hal itu perlu dilakukan mengacu pada masa depan dunia.
"Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo saat berpidato dalam kunjungan di Istana Kepresidenan Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026).
Pernyataan itu disampaikannya di depan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Baca juga: RI-Prancis Bentuk Dewan Bisnis, Target Dagang Naik 3 Kali Lipat
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan hubungan indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik. Ia pun berterima kasih kepada Macron atas hubungan baik antar dua negara selama ini.
"Saya sempat menyampaikan kepada Yang Mulia bahwa hubungan Indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik selama ini. Kami berterima kasih dan menghormati kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron," katanya.
Selain itu, Prabowo juga memuji kepemimpinan Macron di dunia internasional. Menurutnya, ada beberapa kesamaan sikap antara Indonesia dan Prancis.
"Kepemimpinan Presiden Macron di dunia internasional sangat terasa. Presiden Macron selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas, sesuai prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Prancis. Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama," katanya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Fahdi Fahlevi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-bertemu-Macron-di-Prancis-OK.jpg)