Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Pengabdian Nadiem untuk Negara Dibalas Hadiah Jeruji Besi: Apakah Negara Sekejam Ini pada Abdinya?
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim kecewa karena pengabdiannya untuk negara kini justru dibalas hukuman penjara dalam kasus Chromebook.
Ringkasan Berita:
- Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim kecewa karena pengabdiannya untuk negara kini justru dibalas hukuman penjara dalam kasus Chromebook.
- Nadiem mengaku, untuk menjadi menteri ia sudah mengorbankan finansial dan waktunya, untuk selanjutnya mengabdi kepada negara.
- Nadiem lantas mempertanyakan, apakah negara memang sekejam ini pada para abdinya.
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyatakan kekecewaannya atas balasan yang ia dapat atas pengabdiannya pada negara, terutama di bidang pendidikan.
Kekecewaan itu Nadiem ungkapkan dalam nota pembelaan atau pleidoinya, di sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Nadiem mengaku, untuk menjadi menteri ia sudah mengorbankan finansial dan waktunya, untuk selanjutnya mengabdi kepada negara.
Sebelum menjadi Mendikbudristek, nama Nadiem memang besar karena inovasinya dalam mendirikan Gojek, yang mengubah ojek tradisional menjadi layanan berbasis digital yang hingga kini masih banyak digunakan masyarakat.
Setelah menjadi menteri, Nadiem pun melepaskan jabatannya sebagai CEO di Gojek dan fokus untuk mengurus pendidikan Indonesia.
Kinerja Nadiem di bidang pendidikan pun diakui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga mantan CEO Gojek itu mendapat penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana pada Agustus 2024 lalu.
Bintang Mahaputera Adipradana adalah tanda kehormatan Bintang Mahaputera tingkat kedua. Penghargaan ini merupakan salah satu tanda kehormatan sipil tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Namun kini Nadiem kecewa, karena karena pengabdiannya selama ini justru dibalas dengan hukuman penjara. Hingga membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi akibat kasus Chromebook.
Nadiem lantas mempertanyakan, apakah negara memang sekejam ini pada para abdinya.
"Tetapi saya juga manusia, bayangkan betapa hancurnya hati saya, dengan semua pengorbanan finansial dan waktu yang telah saya lakukan selama lima tahun, setelah mendapatkan penghormatan tertinggi negara, Bintang Mahaputra Adi Pradana dari Bapak Presiden untuk pengabdian saya, hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi."
"Hadiah yang saya dapatkan adalah perampasan hasil usaha saya selama 10 tahun yang menciptakan jutaan lapangan pekerjaan di Indonesia. Apakah negara sekejam ini pada abdinya?" kata Nadiem dalam pleidoi di Sidang Kasus Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026), dilansir Live Kompas TV.
Baca juga: Momen Ruang Sidang Mati Listrik saat Nadiem Makarim Sedang Bacakan Pembelaan
Jadi Menteri karena Ingin Memotivasi Anak Muda untuk Mengabdi
Nadiem menuturkan, keputusannya untuk menjadi menteri salah satunya bertujuan untuk memotivasi anak muda lainnya untuk mengabdi.
Menurut Nadiem, tujuan itu telah tercapai. Banyak anak muda yang akhirnya rela mengorbankan gaji besar mereka untuk bergabung ke pemerintah.
Namun kini akibat banyaknya kasus kriminalisasi, banyak anak muda yang takut untuk mengabdi untuk negeri.