Program Makan Bergizi Gratis
Adu Sepak Terjang Dadan Hindayana Vs Nanik S Deyang: Kepala BGN Lulusan Jerman, Komisaris Pertamina
Presiden Prabowo Subianto resmi merombak pucuk pimpinan BGN dengan mencopot Dadan Hindayana dan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai kepala baru.
Ringkasan Berita:
- Dadan Hindayana merupakan pakar entomologi lulusan Jerman dan pimpinan pertama BGN sejak 2024.
- Nanik S. Deyang dikenal sebagai politikus sekaligus mantan Komisaris Independen Pertamina.
- Pergantian pimpinan dilakukan usai evaluasi pemerintah terhadap kinerja BGN dan polemik program Makan Bergizi Gratis.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya.
Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
“Pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala yang turut diganti ialah Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal lembaga tersebut.
Baca juga: 5 Poin Respons Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Beri Selamat ke Nanik S Deyang
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Sementara posisi wakil kepala diisi Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.
Terkait pergantian Kepala BGN menjadi perhatian, dari Dadan Hindayana ke Nani S Deyang.
Lantas berikut adu sepak terjang antara Dadan Hindayana Vs Nanik S Deyang:
Dadan Hindayana, Akademisi Lulusan Jerman
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia dikenal sebagai birokrat sekaligus pakar entomologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pendidikan Dadan terbilang mentereng. Setelah lulus dari SMA Negeri Cimindi Cimahi pada 1986, ia menempuh studi S1 Proteksi Tanaman di IPB dan lulus pada 1990.
Karier akademiknya berlanjut ke Jerman.
Dadan meraih gelar S2 Entomologi Terapan dari Universitas Bonn pada 1997 dan menyelesaikan program doktoralnya di Leibniz Universität Hannover pada 2000.
Fokus keilmuan Dadan sejak awal memang berkutat di bidang entomologi atau ilmu serangga.
Dari dunia akademik, ia kemudian dipercaya mengisi berbagai jabatan strategis di lingkungan IPB.
Ia pernah menjadi Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi, Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang, hingga Direktur ad-interim Direktorat Kerja Sama.
Pada 19 Agustus 2024, Dadan dilantik sebagai Kepala BGN pertama oleh Presiden Joko Widodo.
Posisi itu tetap ia pegang pada masa pemerintahan Prabowo.
Namun selama memimpin BGN, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap menuai sorotan, terutama terkait maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah.
Di tengah kariernya, Dadan juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Bintang Mahaputera pada 2025, Bintang Jasa Utama pada 2026, serta penghargaan People of the Year kategori Penggerak Gerakan Kesehatan Masyarakat dari Metro TV pada 2025.
Nanik S. Deyang, Eks Wartawan hingga Komisaris Pertamina
Sementara itu, Nanik Sudaryati Deyang atau Nani S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.
Berbeda dengan Dadan yang berasal dari dunia akademik, Nani memiliki latar belakang politik dan media.
Ia merupakan alumnus Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 1983.
Sebelum terjun ke politik, Nani sempat berkarier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit.
Namanya kemudian dikenal sebagai bagian dari tim sukses Prabowo pada Pemilihan Presiden 2019.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nani dipercaya menjadi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029.
Kariernya terus menanjak ketika ditunjuk sebagai Komisaris Independen Pertamina pada 12 Juni 2025.
Tak lama kemudian, pada 17 September 2025, ia dilantik sebagai Wakil Kepala BGN dan meninggalkan jabatan sebelumnya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Kini, pada 2 Juni 2026, Nani resmi dipercaya memimpin BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat konsolidasi internal serta memperbaiki koordinasi program-program gizi nasional.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nanik-Sudaryati-Deyang-1-07032026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.