Data Kekerasan Masih Tinggi, Akademi Perempuan NasDem Gencarkan Edukasi Publik
Politisi NasDem Amelia Anggraini, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menganggap kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Jangan biarkan rasa takut, rasa malu, tekanan keluarga, atau ancaman pelaku membuat Anda memilih diam. Mencari pertolongan bukan membuka aib. Mencari pertolongan adalah langkah berani untuk melindungi diri dan masa depan," sambung Amelia.
Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) menunjukkan pada 2023 tercatat lebih dari 28 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan dan lebih dari 24 ribu kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.
Namun, Amelia meyakini angka tersebut belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih banyak korban yang belum berani melapor.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menormalisasi kekerasan, tidak menyalahkan korban, dan tidak melindungi pelaku.
Baca juga: Sahroni Tanggapi Kasus Dugaan Pelecehan Verbal Mahasiswa FH UI, Singgung soal UU TPKS
"Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Lindungi korban. Tindak pelaku. Pulihkan martabat. Diam bukan pilihan. Bergerak adalah keberpihakan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/amelia-hadiri-nobar-1.jpg)