Program Makan Bergizi Gratis
Dadan Cs Jadi Tersangka Korupsi, Diler Motor Listrik MBG di Daan Mogot Jakbar Tak Beroperasi
Diler tersebut tampak tidak beroperasi. Namun, dari sela-sela gerbang biru yang menggunakan pagar lipat terlihat ada seseorang di bagian dalam.
Ringkasan Berita:
- Diler motor listrik terkait pengadaan MBG tampak sepi dan tertutup saat dilakukan pemantauan.
- Warga sekitar menyebut aktivitas diler jarang terlihat, meski pernah ada pengiriman motor.
- Kondisi ini mencuat setelah Kejagung menetapkan tiga tersangka kasus korupsi program MBG.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diler merk motor listrik berinisial "E" yang digunakan dalam pengadaan sepeda motor untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampak sepi, pada Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 13.46 WIB.
Hal ini menyusul konferensi pers Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan tata kelola program MBG.
Selain Dadan, Kejagung juga menjerat eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dalam perkara yang sama.
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, diler itu berada di sisi Jalan Raya Daan Mogot, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Situasi arus lalu lintas di jalan depan gerbang masuk diler tampak ramai karena sedang berlangsung kepadatan lalu lintas.
Gerbang masuk diler yang dicat dengan warna biru dan hitam tampak tertutup dan dikunci menggunakan gembok serta rantai.
Terdapat satu gerbang lainnya yang lebih besar dan bertuliskan nama merk motor listrik tersebut dengan identitas warna kuning dan hitam, di balik gerbang masuk utama. Gerbang ini juga dalam kondisi tertutup.
Gerbang masuk utama berwarna biru dan gerbang yang bertuliskan nama merk motor listrik tersebut dipisahkan dengan lahan kosong yang kira-kira seluar 5x5 meter.
Diler tersebut tampak tidak beroperasi. Namun, dari sela-sela gerbang biru yang menggunakan pagar lipat terlihat ada seseorang di bagian dalam.
Upaya untuk berkomunikasi dengan seseorang yang berada di dalam diler itu sulit dilakukan lantaran jarak gerbang masuk utama ke bagian dalam diler cukup jauh dan tidak ada piranti panggil, seperti bel ataupun lonceng yang tersedia di gerbang utama yang terkunci.
Baca juga: Kejagung Sebut Vendor Pengadaan 21.801 Motor Listrik BGN Era Dadan Cs Tak Punya Dealer dan Bengkel
Gandi (bukan nama sebenarnya), seorang sekuriti pergudangan yang berada tepat di samping diler motor listrik MBG tersebut mengatakan, diler tersebut sangat tertutup dan jarang sekali terlihat ada aktivitas.
Menurutnya, terakhir kali dia melihat aktivitas berlangsung di diler itu sekitar dua bulan lalu. Ia mengatakan, kala itu ada truk-truk yang keluar-masuk membawa unit-unit motor jenis trail bertenaga listrik dan berstiker BGN.
"Kira-kira dua bulan lalu lah terakhir lihat. Ya ada mobil keluar-masuk bawa motor-motor MBG, yang ada lambang garudanya," ungkap Gandi, kepada Tribunnews.com, Sabtu.
Menurut Gandi, ada sekitar ratusan lebih unit sepeda motor listrik untuk program MBG yang keluar-masuk diler tersebut.
Ia mengatakan, diler itu terlihat lebih sering tutup.