Rabu, 10 Juni 2026

Kasus Korupsi di BGN

Mahfud MD Desak Kejaksaan Jelaskan Alasan Nanik Tak Diperiksa: Bisa Jadi Terlibat, tapi Diselamatkan

Mahfud MD mengatakan bisa saja Nanik juga turut terlibat dalam kasus korupsi MBG tersebut, tetapi ada yang menyelamatkannya.

Tayang:
Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
  • Mahfud mengatakan bahwa kasus korupsi MBG ini harus diselidiki sampai tuntas dan Kejaksaan tak boleh tebang pilih.
  • Mahfud menyampaikan seharusnya Kejagung memberikan penjelasan alasan Kepala BGN yang baru itu tidak ikut diperiksa seperti dua eks Wakil BGN yang lain.
  • Mahfud mengatakan bisa saja Nanik juga turut terlibat dalam kasus korupsi MBG tersebut, tetapi ada yang menyelamatkannya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, meminta pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menjelaskan alasan Nanik S Deyang tidak diperiksa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

Sebab, sebelum Nanik menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dia menjabat sebagai Wakil Ketua BGN bersama Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang saat ini ditetapkan tersangka korupsi bersama eks Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Hanya tiga petinggi BGN tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, sementara Nanik tidak. Hal ini pun membuat publik bertanya-tanya alasan di baliknya.

Oleh karena itu, Mahfud mengatakan bahwa kasus ini harus diselidiki sampai tuntas.

"Kalau secara hukum sih harus disidik sampai tuntas, itu secara hukum standar lah ya, hukum apapun mengatakan itu, harus diungkap sampai ke akar-akarnya, jangan pilih-pilih, ini saja, yang ini tidak. Itu aturannya," ungkapnya, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Rabu (10/6/2026).

"Tapi tentu ada faktor-faktor lain yang menyebabkan itu. Mungkin satu, dugaannya belum terlalu kuat, mungkin, sehingga ini dulu yang kuat-kuat dulu atau mungkin ada faktor lain yang mungkin tidak kita ketahui, titipan atau apa kan bisa saja ditunda dulu dan seterusnya," tambah Mahfud.

Terkait dengan Nanik ini, Mahfud menyampaikan seharusnya Kejagung memberikan penjelasan soal alasan Kepala BGN yang baru itu tidak ikut diperiksa seperti dua eks Wakil Kepala BGN yang lain.

"Hukum di Indonesia sekarang kan tebang pilih kayak gitu masih terasa ya. Mestinya akan dijelaskan juga oleh kejaksaan kenapa Bu Nanik tidak diperiksa," ucapnya.

Namun, kata Mahfud, jawabannya bisa juga karena Nanik merupakan orang baru di BGN sebab gabungnya belakangan.

Sebelumnya, Nanik dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BHN pada 17 September 2025 lalu bersama Sony Sanjaya.

Sementara Lodewyk sudah lebih dulu dilantik Prabowo sebagai Wakil Kepala BGN pada 22 Oktober 2024.

Baca juga: Alasan Nanik Tak Terseret Kasus Korupsi seperti 2 Wakil Kepala BGN Lainnya, Ini Analisis Pengamat

Meski demikian, Mahfud mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa Nanik juga turut terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

"Mungkin jawabannya tidak selalu jelek bagi Bu Nanik, 'Oh dia kan baru', dia kan baru di situ, dia justru sesudah ada di situ jadi terungkap (korupsi), bisa begitu. Tapi bisa juga ya dia ikut di situ (korupsi) gitu, cuma ada yang menyelamatkan dan sebagainya," ucapnya.

"Menurut saya, Kejaksaan Agung punya tanggung jawab ya untuk mengungkap itu. Karena ini jaringannya kan banyak sekali," tegas Mahfud.

Mahfud lantas menegaskan apa yang selama ini disampaikannya memang benar bahwa ada dugaan korupsi dalam program MBG ini.

"Sejak awal kita sudah katakan kalau mengelola kayak gitu sudah pasti ada korupsinya. Hanya orang bodoh yang mengatakan itu tidak ada dugaan korupsinya," ujarnya.

"Pengelolaan awur-awuran sejak awal, beli barang sembarangan, makanannya nggak karuan, nggak ada standarnya secara nasional, anggarannya nggak pernah jelas bagaimana mempertanggungjawabkannya. Semuanya ugal-ugalan tuh yang ngelola," kata Mahfud.

Mahfud pun mengatakan bahwa sejak awal tahun pihaknya telah berulang kali membahas persoalan tersebut. 

Padahal, menurutnya, program MBG pada dasarnya merupakan program yang baik dan disukai masyarakat karena memberikan manfaat. 

Namun, ia menilai potensi kerugian akibat korupsi dalam program tersebut bisa lebih besar daripada biaya program itu sendiri.

"MBG itu bagus, rakyat senang, yang nggak pernah makan telur makan telur, iya bagus, tetapi korupsinya lebih besar daripada biayanya, sehingga sejak awal kita katakan ayo Pak Prabowo teruskan tuh MBG bagus program Anda."

"Tapi ubah dong tata kelolanya. Di situ cara-cara koruptif itu sudah dilakukan sejak awal dan itu kalau orang mengamati korupsi sudah tahu itu ada korupsinya," tegas Mahfud.

Analisis Pengamat

Terkait Nanik yang tidak ikut diperiksa ini, Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio atau Hensa, sebelumnya mengatakan bahwa dirinya memilih berprasangka baik dengan menganggap alasannya mungkin karena Nanik merupakan pihak yang paling belakangan bergabung di BGN.

"Ada pertanyaan juga di masyarakat ini kenapa Naniknya enggak kena ya, kan gitu, yang tiga sudah masuk gitu ya, kalau saya sih positif thinking aja karena dia paling belakangan juga masuknya," ungkap Hensa, Jumat (5/6/2026), dikutip dari YouTube tvOne.

Selain itu, Hensa juga menilai bahwa Nanik selama ini menunjukkan loyalitas yang kuat kepada Presiden Prabowo.

"Dia tegak lurus ke Pak Prabowo, sehingga dia bisa menjaga marwah itu," ucapnya.

Sebagai informasi, Nanik telah resmi dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin (8/6/2026).

Selain Nanik, para Wakil Kepala BGN seperti Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari juga turut dilantik Prabowo.

Setelah resmi dilantik, Nanik pun mengucapkan terima kasih dan berkomitmen akan menjalankan amanahnya dengan benar,

"Tentu ini satu amanah yang harus kita jalankan dengan baik, benar, tulus, ikhlas, dan jujur, karena ini program yang sangat bagus sekali, kita bertanggung jawab untuk bisa mencerdaskan anak-anak bangsa sekaligus bisa untuk menggerakan ekonomi bawah," ungkapnya, Senin, dikutip dari YouTube Kompas TV.

Sebagai langkah pertama, Nanik mengatakan dirinya akan fokus pada efisiensi anggaran MBG agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini.

"Tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi. Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium."

"Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru. Per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877, nah kita hentikan dulu di situ, kita akan tata," jelasnya.

Nanik juga memastikan bahwa anggaran MBG nanti akan diawasi ketat oleh Arumsari, Wakil Ketua BGN yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke," tegasnya, Senin, dikutip dari YouTube Kompas TV.

Selain itu, Nanik mengatakan bahwa Trenggono juga akan membantunya dalam mengurus dapur-dapur MBG, terutama yang berada di wilayah yang belum terjangkau pembangunan.

"Di samping saya ada Pak Trenggono yang dia juga akan melindungi saya ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan juga kawasan-kawasan yang belum teritorial, belum terbangun," paparnya.

Di akhir pernyataan, Nanik meminta agar publik memberikan dukungan kepadanya dan dua Wakil Kepala BGN lainnya yang baru dilantik dalam menjalankan tugas.

"Pokoknya dukung aku ya sama Bu Arum dan Pak Trenggono," ucapnya.

(Tribunnews.com/Rifqah)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved