Kamis, 11 Juni 2026

Munas HIPMI 2026

Pidato Lengkap Prabowo di Munas XVII HIPMI: Ungkit soal Kunker ke Luar Negeri hingga Mobil Dinas

Prabowo menyinggung banyak hal terutama terkait upaya menciptakan iklim usaha yang sehat, termasuk penegakan hukum yang konsisten.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Sekretariat Presiden
MUNAS HIPMI - Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Lampung, Rabu, (10/6/2026). 

Tapi, Saudara-saudara, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apa benar-benar sistem ekonomi kita sudah berdasarkan nasionalisme? Marilah kita tanya kepada diri kita sendiri. Marilah kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka, dan kalau kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka, kita akan sadar bahwa sistem ekonomi yang dijalankan sekarang ini penuh dengan tantangan-tantangan, penuh dengan pertanyaan-pertanyaan.

Jadi, Saudara-saudara, sebagai wadah dari pengusaha muda, HIPMI adalah suatu wadah yang sangat penting. Karena wadah ini sebagaimana tadi disampaikan, melahirkan pemimpin-pemimpin. Pemimpin masyarakat, ya, pemimpin ekonomi. Dan, benar. Coba, berapa tokoh HIPMI yang muncul sebagai tokoh-tokoh bangsa, tokoh-tokoh nasional, ya? Pak Latief menjadi menteri, menjadi pengusaha pribumi besar.

Pak Siswono juga berapa kali jadi menteri. Pak Bakrie Menko, Pak Aburizal Bakrie Menko dan juga ketua partai politik besar, Partai Golkar, juga Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) kalau tidak salah, ya, Pak Aburizal Bakrie? Pak Erwin Aksa. Sekarang Pak Bahlil Lahadalia Ketua Umum Partai Golkar, partai yang besar, beliau juga Menteri ESDM, ya.

Jadi, Saudara-saudara, demikian besar peran daripada HIPMI. Tapi, di tengah peran besar itu, saya, saya mengimbau Saudara-saudara bersama-sama marilah kita menatap keadaan bangsa kita dengan jujur.

Saudara-saudara sekalian,

Menurut pandangan saya, menurut keyakinan saya, bahwa bangsa kita telah menyimpang dari pemikiran, dari warisan pendiri-pendiri bangsa kita sendiri. Pendiri-pendiri bangsa kita telah mewarisi kepada kita, meneruskan kepada kita hal-hal yang luar biasa, yang saya katakan kecemerlangan, kecemerlangan. Yang pertama tentunya Sumpah Pemuda, ya. Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa.

Satu bahasa mempersatukan kita, dan bahasa yang dipilih bukan bahasa mayoritas, bahasa suku yang minoritas, diambil jadi bahasa kebangsaan dan mampu mempersatukan. Kecemerlangan selanjutnya adalah Pancasila, Pancasila yang telah mempersatukan. Ini saya kira sudahlah kita, ya, kita terima dan anak-anak muda sekarang menerima, seolah-olah, ya, apa ya, itu biasa.

Tapi, Saudara-saudara, lihatlah dunia sekarang, lihatlah dunia hari ini. Perang di mana-mana, perang di Eropa, di tempat lahirnya demokrasi perang. Sama-sama, mereka itu ras yang sama, bedanya apa Ukraine sama Rusia? Hampir sama bahasanya, hampir sama agamanya. Perang, perangnya luar biasa. Hitungannya kira-kira tiap bulan belasan ribu yang mati, tiap bulan. Belum lagi Gaza, belum lagi Palestina, Suriah, Irak, Libya, Sudan, Yaman, Somalia. Pakistan, perang, ya.

Tetangga kita, Kamboja perang sama Thailand, Myanmar perang. Jadi, janganlah kita menganggap apa yang kita miliki sekarang adalah biasa-biasa saja. Di tengah itu semua, kita juga harus mengakui bahwa apa yang diberikan oleh pendiri bangsa kita, selain Pancasila adalah Undang-Undang Dasar 1945, itupun kita tinggalkan. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang sangat jelas dan sangat gamblang, itu tidak mau, tidak mau dibicarakan. Tidak mau dibicarakan dan tidak mau di, apalagi diberlakukan.

Jadi, Saudara-saudara HIPMI sebagai pengusaha muda, sebagai pelaku ekonomi, tadi disebut sebagian besar UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Saudara harusnya bertanya, ya, kan. Saudara sering dengar negara kita begitu kaya, tapi kita lihat banyak rakyat kita yang hidupnya sangat-sangat susah.

Masalahnya adalah, menurut keyakinan saya, bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting, yaitu sendi rancang bangun bangsa. Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa suatu blueprint, tanpa suatu gambar teknis? Kalau kita menyimpang dari blueprint, dari, dari cetak biru kita menyimpang, gedung itu runtuh. Kita sudah diberi rancang bangun, blueprint, tapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Ini lip service, yang dibesarkan adalah konglomerasi.

Saya kaget, saya memang benar disebut, saya memang bukan ahli keuangan. Tapi saya kaget, waktu saya kampanye, saya berurusan dengan ibu-ibu yang ikut, apa itu, Super Mikro. Mekaar, ya, Kredit Super Mikro. Mereka rata-rata bayar bunga itu 24 persen. Saudara pengusaha, pengusaha-pengusaha besar pinjam uang dari bank, bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), bank milik pemerintah, bunganya 9 persen, 10 persen.

Bagaimana orang miskin bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar? Jadi, kejanggalan-kejanggalan ini, ini saya coba luruskan. Saya sangat yakin, kita laksanakan Pasal 33, tentunya dengan, dengan arif, dengan bijaksana tapi kita laksanakan, saya yakin Indonesia akan bangkit dengan cepat, kita akan bangkit. 

Saudara-saudara sekalian,
Kita diberi karunia luar biasa oleh Mahakuasa. Tadi di video kalian itu, iya, kan, ada apa itu? Rute rempah-rempah. Dari dulu, Nusantara kita didatangi karena kekayaannya, ya. Negara-negara, apa, bangsa-bangsa asing itu datang ke sini waktu itu, berbulan-bulan ke sini, bukan wisata, dia ke sini mencari kekayaan, sampai sekarang. Jadi, Saudara-saudara, segala kekayaan kita, tantangannya adalah harus dikelola oleh kita dengan sebaik-baiknya, dengan secerdas-cerdasnya.

Saudara-saudara,
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara, yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini Bahasa Indonesia, tidak perlu ditafsirkan, tidak perlu diterjemahkan, harus dilaksanakan. Bumi, dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ini adalah perintah Undang-Undang Dasar. Kita perang kemerdekaan dengan Undang-Undang Dasar ini.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved