Jumat, 12 Juni 2026

Harga BBM Naik

Besok Mahasiswa Demo Besar-besaran di Bundaran HI, Tuntut Harga BBM Turun hingga Setop Program MBG

Mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews/Jeprima
HARGA BBM NAIK - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Foto suasana stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Tribunnews/Jeprima 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
  • Massa akan berkumpul sebelum Salat Jumat lalu menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI.
  • Aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (10/6/2026) malam.

Baca juga: Dampak Harga BBM Naik di Daerah: Tarif Transportasi Meroket, Warga Jual Mobil Mewah, Pemda Cemas

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Symphati Dimas mengatakan massa akan berkumpul sebelum Salat Jumat lalu menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI.

"Besok kumpul sebelum Jumatan, rencananya Salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Dimas kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Menurut Dimas, aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.

 

 

Dia menyebut mahasiswa memandang Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan serius yang belum mendapatkan solusi memadai dari pemerintah.

"Indonesia adalah negara yang kaya, namun rakyatnya belum sejahtera. Indonesia negara besar, tapi masih banyak rakyat yang belum terbebas dari rasa lapar," ujarnya.

Dimas menjelaskan, konsolidasi yang digelar sebelumnya diikuti sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat. 

Di antaranya seluruh BEM fakultas se-UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi turut menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, mereka mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Mahasiswa juga menilai pemerintah cenderung mengabaikan berbagai kritik yang berkembang di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, mereka turut menyoroti dugaan penggunaan aparat negara untuk membungkam pihak-pihak yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama.

Pertama, mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kedua, meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Ketiga, menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Keempat, mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.

Kelima, meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Bahas Isu Ekonomi hingga Politik

Terpisah, Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi dan diskusi yang dilakukan mahasiswa dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok hingga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat.

"Kita melihat kondisi negara saat ini. Harga-harga naik, BBM juga naik, terutama untuk golongan non-subsidi. Itu yang menjadi salah satu perhatian kami," kata Dimas saat dihubungi, Kamis (11/6/2026).

Dimas menjelaskan, sebelum memutuskan turun ke jalan, mahasiswa terlebih dahulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pembahasan tersebut mencakup berbagai isu, mulai dari sektor ekonomi hingga politik.

Dari hasil diskusi tersebut, mahasiswa menilai persoalan yang terjadi saat ini bukan hanya persoalan ekonomi semata, melainkan sudah bersifat sistemik.

"Kita coba bahas satu per satu permasalahan yang ada. Dari situ kami melihat ini bukan masalah satu sisi saja, tetapi sudah menjadi persoalan sistemik," ujarnya.

Mahasiswa juga mengaku telah melakukan pendataan peserta aksi sebagai langkah antisipasi untuk menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung.

Meski demikian, mereka membuka ruang bagi masyarakat umum yang ingin bergabung menyampaikan aspirasi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved