Membedah Peran dan Esensi Media dalam Peliputan CSR: Merancang Kerja Besar untuk Perubahan
Dosen Universitas Katolik Atmajaya, Fransiskus Surdiasis menilai peran dan esensi media dalam peliputan CSR adalah untuk merancang kerja perubahan.
Ringkasan Berita:
- Dosen Universitas Katolik Atmajaya, Fransiskus Surdiasis menilai peran dan esensi media dalam peliputan CSR adalah untuk merancang kerja perubahan.
- Frans menilai CSR dan media dipertemukan dalam platform yang sama, yakni masyarakat. Ketika berbicara tentang masyarakat, maka akan ada kepentingan publik di dalamnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam platform sosial, media dan CSR sama-sama berpijak pada kepentingan publik dalam melaksanakan tugasnya.
TRIBUNNEWS.COM - Di era sekarang, operasional perusahaan tak lagi hanya dipandang dari seberapa besar profit yang mereka hasilkan, tapi juga dilihat dari sisi seberapa besar tanggung jawab mereka terhadap masyarakat dan lingkungan.
Di sinilah CSR atau Corporate Social Responsibility hadir untuk mengambil peran.
CSR adalah adalah komitmen berkelanjutan dari dunia usaha atau perusahaan untuk bertindak etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup karyawan, komunitas lokal, serta masyarakat luas.
Atau sederhananya, CSR bisa diartikan sebagai upaya perusahaan untuk memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat dan lingkungan, atas dampak operasional perusahaan yang mereka jalankan.
Namun untuk memberikan dampak yang besar dan tepat, CSR tetap memerlukan sebuah jembatan untuk menghubungkan inisiatif perusahaan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, CSR juga masih membutuhkan pengawasan publik, agar prosesnya bisa terlaksana dengan baik.
Jembatan itu adalah media massa. Karena media massa melalui produk jurnalistiknya, memiliki fungsi informasi dan edukasi, agar masyarakat bisa lebih paham tentang praktik CSR yang dilakukan perusahaan.
Media massa juga memiliki fungsi kontrol sosial, yang bisa melakukan pengawasan, kritik, dan koreksi atas aksi CSR yang dijalankan.
Esensi Peliputan CSR
CSR pada dasarnya tetap membutuhkan media massa, baik itu media cetak, elektronik, atau siber. Agar pelaksanaannya tak hanya dipandang sebagai sebuah 'pencitraan' tapi bisa dipandang sebagai upaya perusahaan dalam memberikan dampak kepada masyarakat dan lingkungan.
Namun bagi media dan seorang jurnalis, apa sebenarnya esensi peliputan CSR ini?
Dosen Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Fransiskus Surdiasis menilai esensi pokok dalam peliputan CSR adalah merancang agenda perubahan.
Baca juga: Dorong Jurnalistik Berkualitas, GWPP & TBIG Gelar Journalism Fellowship on CSR Demi Kerja Perubahan
Karena bagi Frans, ketika jurnalis melakukan peliputan CSR maka ia sedang masuk dalam suatu kerja besar untuk perubahan.
"Ya, dan dalam refleksi saya, pribadi saya kemudian berkesimpulan bahwa esensi pokok dari setiap liputan CSR itu adalah merancang agenda untuk perubahan."
"Nah, ini esensi pokok liputan CSR. Jadi ketika kita masuk ke dalam liputan tentang CSR maka sebetulnya kita masuk dalam suatu kerja besar perubahan," kata Frans dalam materinya tentang 'Reporting CSR: Setting Agenda for Change' yang ia sampaikan di kelas Journalism Fellowship on CSR secara daring melalui Zoom, pada Senin (8/6/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Fransiskus-Sudiarsis-materi-CSR.jpg)