Rabu, 17 Juni 2026

Hari Raya Galungan

Makna Hari Raya Galungan bagi Umat Hindu yang Diperingati Hari Ini 17 Juni 2026

Inilah makna Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali yang diperingati pada hari ini, Rabu 17 Juni 2026.

Tayang:
Surya/Purwanto
HARI RAYA GALUNGAN - Umat Hindu memadati Pura Luhur Dwijawarsa saat Hari Raya Galungan di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (19/11/2025). Simaklah berikut ini makna Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali yang dirayakan pada Rabu, 17 Juni 2026 hari ini. 
Ringkasan Berita:
  • Hari Raya Galungan merupakan salah satu perayaan besar umat Hindu di Bali yang dirayakan pada Rabu (17/6/2026).
  • Secara filosofi, Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan jiwa manusia dalam melawan nafsu duniawi dan ego yang menyesatkan.
  • Dalam kehidupan sehari-hari, manusia seringkali dihadapkan pada berbagai godaan, baik material maupun spiritual, yang dapat membuat kita tersesat dari jalan kebenaran.

TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Galungan merupakan salah satu perayaan besar bagi umat Hindu di Bali.

Di tahun ini, perayaan Galungan di Bali dirayakan pada Rabu (17/6/2026).

Hari Raya Galungan melambangkan kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (ketidakbenaran).

Dirayakan setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali, Hari Raya Galungan tidak hanya menjadi momen persembahan dan doa, tetapi juga memiliki filosofi mendalam yang relevan dengan kehidupan modern.

Mengutip laman resmi Universitas Pendidikan Nasional, secara filosofi, Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan jiwa manusia dalam melawan nafsu duniawi dan ego yang menyesatkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia seringkali dihadapkan pada berbagai godaan, baik material maupun spiritual, yang dapat membuat kita tersesat dari jalan kebenaran.

Galungan mengajarkan tentang pentingnya introspeksi, kembali kepada diri sendiri, dan memperkuat keimanan untuk menghadapi tantangan hidup.

Perayaan ini juga ditandai dengan berbagai ritual seperti persembahan di pura, membuat penjor sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran, serta sembahyang bersama keluarga.

Semua ritual ini mengandung nilai harmoni, kebersamaan, dan rasa syukur atas anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Baca juga: 45 Ucapan Hari Raya Galungan 17 Juni 2026, Berisi Doa dan Harapan

Inti Galungan

Mengutip laman DJKN, dalam lontar Sunarigama dijelaskan sebagai berikut:

Budha Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep.

Artinya: Rabu Kliwon Dungulan namanya Galungan, arahkan bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran.

Jadi, inti Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang.

Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma.

Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan menangnya dharma melawan adharma.

Parisadha Hindu Dharma menyimpulkan, bahwa upacara Galungan mempunyai arti Pawedalan Jagat atau Oton Gumi.

Tidak berarti bahwa Gumi/ Jagad ini lahir pada hari Budha Keliwon Dungulan.

Melainkan hari itulah yang ditetapkan agar umat Hindu di Bali menghaturkan maha suksemaning idepnya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atas terciptanya dunia serta segala isinya.

Pada hari itulah umat bersyukur atas karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa yang telah berkenan menciptakan segala-galanya di dunia ini.

Hari Raya Kuningan

Setelah Hari Raya Galungan, tepatnya 10 hari, umat Hindu merayakan Hari Raya Kuningan.

Itu berarti pada Sabtu 27 Juni 2026 nanti umat Hindu akan merayakan Hari Raya Kuningan.

Hari Raya Kuningan dirayakan untuk menandai turunnya para Dewa dan leluhur untuk memberikan restu dan berkah kepada umat manusia.

Mengutip laman Pemkab Buleleng, warna kuning yang mendominasi hari ini melambangkan kesucian, kebijaksanaan, dan cahaya spiritual.

Kuningan mengingatkan manusia agar senantiasa hidup dengan pikiran yang jernih, penuh welas asih, dan sadar akan tujuan hidup yang luhur.

Dalam upacara Kuningan, umat memohon agar keseimbangan antara dunia material dan spiritual tetap terjaga, serta agar kebahagiaan sejati senantiasa menyertai setiap langkah.

Secara filosofi, Galungan dan Kuningan menggambarkan dua sisi perjalanan hidup manusia.

Galungan adalah momen perjuangan dan kemenangan, sedangkan Kuningan adalah momen refleksi dan penyucian.

Setelah manusia berjuang melawan kegelapan batin, Kuningan hadir untuk mengingatkan agar kemenangan itu tetap dijaga dengan kerendahan hati dan ketulusan.

Inilah esensi ajaran Hindu, yakni bahwa kemenangan sejati bukan diukur dari kekuasaan, tetapi dari kemampuan menjaga keseimbangan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan yang selaras dengan dharma.

Keduanya mengingatkan umat agar tidak larut dalam egoisme dan materialisme, melainkan terus memperkuat spiritualitas, keharmonisan, dan kasih terhadap sesama makhluk.

Melalui perayaan Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali tidak hanya memperingati kemenangan simbolis, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan nyata.

Dengan hati yang bersih dan pikiran yang terang, semoga setiap Galungan dan Kuningan menjadi momentum untuk memperbarui diri, memperkuat iman, serta menebarkan kedamaian bagi seluruh semesta.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved