IIMS 2019

Budi Luhur Rogoh Kocek Rp 2 Miliar untuk Riset dan Pengembangan Mobil Listrik Blits dan Neo Blits

Prototipe mobil listrik ini bisa ditemukan di booth Universitas Budi Luhur di area outdoor JIExpo, bersebelahan dengan area test drive mobil

Budi Luhur Rogoh Kocek Rp 2 Miliar untuk Riset dan Pengembangan Mobil Listrik Blits dan Neo Blits
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Prototipe mobil listrik Neo Blits garapan Pusat Studi Mobil Listrik Universitas Budi Luhur, Jakarta, saat dipamerkan di pameran otomotif Telkomsel Indonesia Internaitional Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pameran berlangsung hingga 5 Mei 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di pameran otomotif Telkomsel Indonesia Internaitional Motor Show (IIMS) 2019 yang saat ini berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Anda akan bisa menemukan prototipe mobil listrik Neo Blits garapan Pusat Studi Mobil Listrik Universitas Budi Luhur, Jakarta.

Prototipe mobil listrik ini bisa ditemukan di booth Universitas Budi Luhur di area outdoor JIExpo, bersebelahan dengan area test drive mobil dari sejumlah agen pemegang merk (APM) kendaraan.

Mobil listrik Neo Blits ini merupakan prototipe kedua mobil listrik yang dikembangkan Pusat Studi Mobil Listrik Universitas Budi Luhur, Jakarta.

Sebelumnya, mereka telah mengembangkan prototipe mobil listrik pertama yang diberi nama Blits dan sudah menjalani uji coba jalan dari kampus ITS di Sukolilo Surabaya menuju Jakarta dan melanjutkan perjalanan menyusuri Pulau Sumatera hingga Kota Sabang menempuh jarak lebih dari 3.300 kilometer.  

Baca: Mau Beli Xpander? Seperti Ini Paket Gratis Suku Cadang dan Oli yang Disiapkan Mitsubishi ke Konsumen

Prototipe pertama mobil listrik ini dikembangkan bekerja sama dengan ITS Surabaya dan mendapat dukungan dari PT PLN (Persero).

Neo Blits__3
Prototipe mobil listrik Neo Blits garapan Pusat Studi Mobil Listrik Universitas Budi Luhur, Jakarta, saat dipamerkan di pameran otomotif Telkomsel Indonesia Internaitional Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pameran berlangsung hingga 5 Mei 2019.

Sujono, Pusat Studi Mobil Listrik Universitas Budi Luhur mengatakan, untuk riset dan pengembangan dua prototipe mobil listrik ini pihaknya telah mengeluarkan dana antara Rp 1,8 miliar sampai Rp 2 miliar.

"Biaya risetnya mahal karena ada sejumlah komponen yang harus kita beli dari luar, kemudian kita test dan tidak langsung berhasil," ujar Sujono saat ditemui di sela pameran Telkomsel IIMS 2019, hari keempat.

"Ada beberapa parts yang di dalam negeri tidak ada sehingga harus kita datangkan dari luar negeri. Penggarapannya memakan waktu 8-9 bulan," imbuhnya.

Baca: Mempercantik Tampilan All New Ertiga, Paket Pahe-nya Cuma Modal Rp 8 Jutaan, Hemat Rp 2,5 Juta!

Khusus untuk proyek pengembangan prototipe Neo Blitz ini, Sujono mengatakan, waktu yang dibutuhkan cukup pendek.
Hanya sekitar 1,5 bulan, terdiri 1 bulan membangun sistem kelistrikan dan sisanya untuk membangun bodi mobil berikut branding-nya.

Neo Blits menggunakan rangka chassis yang sebelumnya dipakai di Blits.

Baca: Kota Banda Aceh Akan Jadi Titik Awal Cerita Baru Tentang All New Nissan Livina

Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved