Breaking News:

Penerapan Standar Euro 4 Sudah Mendesak, BBM Ron Rendah Perlu Dihilangkan Bertahap

BBM jenis Premoium dan Pertalite selama ini masuk kategori BBM ron rendah dan tidak ramah lingkungan dilihat dari standar emisi gas buangnya.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUN/henry lopulalan
Petgas mengisi bahan bakar premium di SPBU, Jalan Cikini Raya, Minggu (2/8/2015). Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karena sudah tidak ramah lingkungan dan memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite, disarankan untuk dihilangkan secara bertahap dan dialihkan ke BBM beroktan tinggi seperti Pertamax dan sejenisnya.

BBM jenis Premoium dan Pertalite selama ini masuk kategori BBM ron rendah dan tidak ramah lingkungan dilihat dari standar emisi gas buangnya.

Usulan ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20/2017 dimana untuk konsumsi bahan bakar sudah harus memberlakukan BBM oktan tinggi sesuai standar Euro-4, yang dimulai per September 2018.

"Jadi perlu ada menghapuskan Premium secara bertahap. Apalagi pemerintah sudah meratifikasi kesepakatan Euro 4 untuk mengurangi pencemaran," kata Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (7/3/2021).

Baca juga: Ini Dua Keuntungan Jika Kendaraan Konsumsi BBM Pertamax

Dia menjelaskan, BBM jenis Premium sudah tidak dijual lagi di pasar international, sehingga tidak ada harga referensi yang bisa memicu praktek mark-up harga.

Pemerintah, kata dia, seharusnya sudah bisa menghadirkan BBM yang tingkat kualitasnya bagus bagi lingkungan. Karena, kata dia, BBM oktan rendah merupakan BBM yang gas buang dari knalpot dengan emisi tinggi, tidak ramah lingkungan, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Pengamat: BBM Euro 4 Bisa Turunkan Polusi Udara di Perkotaaan

"Jenis BBM beroctan rendah termasuk BBM Premium (RON-88) dan Petalite (Ron-90)
BBM octan tinggi, sesuai dengan standard EURO-4, termasuk Pertamax (RON-92), Pertamax Plus (RON-95), dan Pertamax Turbo (RON-98)," beber dia.

Meski begitu, kata dia, migrasi konsumen Premium dan Pertalite ke Pertamax dari sisi harga bisa saja memberatkan konsumen.

Namun peralihan itu harus tetap dilakukan untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Karena itu, perlu disiapkan skema agar masyarakat bisa merasakan BBM berkualitas dengan lebih terjangkau.

"Penetapan BBM jenis Premium di bawah harga keekonomian. Kalau terjadi hal semacam ini maka ada subsidi yang dialihkan oleh PT Pertamina. Itu selama bertahun-tahun menjadi beban bagi PT Pertamina," tuturnya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved