Breaking News:

Aturan PPnBM Mobil Kini Dirombak, Besaran Tarif Dihitung Berdasarkan Emisi Gas Buang

Mobil berkapasitas 10 orang termasuk pengemudi dan kapasitas mesin sampai 3.000cc berlaku tarif PPnBM 15% apabila tingkat emisi kurang dari 150gram/km

Editor: Choirul Arifin
Kompas.com/Ruly
Ilustrasi showroom mobil Toyota. 

Laporan Reporter: Yusuf Imam Santoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatur ulang ketentuan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil.

Dalam aturan baru tersebut ada tiga ketentuan yang mendasari PPnBM mobil, antara lain kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar atau tingkat emisi CO2, serta teknologi yang digunakan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/PMK.010/2021 tentang Penetapan Jenis Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Tata Cara Pengenaan, Pemberian dan Penatausahaan Pembebasan, dan Pengembalian PPnBM.

PMK 141/2021 juga merupakan aturan pelaksana atas PPnBM mobil listrik. Beleid tersebut diundangkan pada 13 Oktober 2021 dan mulai berlaku efektif per 16 Oktober 2021.

"Bahwa untuk mempercepat penurunan emisi gas buang yang bersumber dari kendaraan bermotor, dan untuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan, perlu melakukan penyesuaian kebijakan mengenai jenis kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah," sebagaimana bagian menimbang dalam PMK 141/2021.

Baca juga: Penjualan Toyota Astra Motor Terangkat Berkat Insentif PPnBM 100 Persen

Untuk ketentuan tarif yang akan berlaku sebagai berikut:

1. Mobil angkutan orang dengan kapasitas 10 orang termasuk pengemudi dan kapasitas mesin sampai 3.000 cc, berlaku tarif:

15% apabila tingkat emisi kurang dari 150 gram/km.

20% apabila tingkat emisi 150-200 gram/km.

Baca juga: Kadin: Perpanjangan Diskon PPnBM DTP Bisa Dongkrak Ekspor

Halaman
1234
Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved