Saingi Tesla, Produsen EV Cina Xpeng Luncurkan Sistem Mengemudi Semi Otonom

Xpeng mengklaim City NGP akan memungkinkan kendaraan melakukan berbagai tugas mengemudi, termasuk mengubah jalur dan menyalip.

CNBC/Arjun Kharpal
Sedan listrik Xpeng P5. Xpeng mengumumkan sedang menguji coba fitur semi-otonom yang diberi nama City Navigation Guided Pilot (City NGP). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, GUANGZHOU - Produsen kendaraan listrik asal China Xpeng mengumumkan sedang menguji coba fitur semi-otonom yang diberi nama City Navigation Guided Pilot (City NGP), pada Senin (19/9/2022).

Fitur City NGP, yang memungkinkan mobil bisa berakselerasi, melambat dan berhenti tanpa campur tangan manusia, menjadi tantangan terbaru bagi Tesla, raksasa produsen EV asal Amerika Serikat.

Xpeng mengklaim City NGP akan memungkinkan kendaraan melakukan "berbagai tugas mengemudi", termasuk mengubah jalur dan menyalip, mengatur "jarak aman" dari mobil lainnya, dan mempertahankan "kecepatan yang sesuai" saat mobil melaju di jalan.

Baca juga: Siap Jadi Pesaing Tesla Model Y, SUV Listrik XPeng G9 Siap Meluncur 21 September

Dikutip dari CNBC, fitur ini dirancang khusus untuk daerah perkotaan. Xpeng mengungkapkan, City NGP sedang diujicobakan ke sedan P5 premiumnya di kota Guangzhou, China selatan, yang menjadi markas besar perusahaan itu.

Fitur ini pertama kali diumumkan tahun lalu, ketika Xpeng merilis Xpilot 3.5, versi terbaru dari sistem bantuan pengemudi canggihnya, atau ADAS.

Perangkat lunak ini memungkinkan mobil secara otomatis menjalankan beberapa perintah untuk mengikuti arah jalan sesuai sistem navigasi, namun pengemudi harus tetap berada di belakang kemudi untuk memantau kontrol kinerja mobil.

Sementara hingga saat ini, Tesla masih menguji sistem Full Self Driving (FSD) Beta. Setelah menguji FSD Beta Tesla, CNBC melaporkan sistem ini masih mengalami gangguan teknis, dan jauh dari siap untuk diluncurkan secara massal.

Wakil Presiden Xpeng, Charles Zhang mengatakan fitur City NGP membawa perusahaan "satu langkah lebih dekat ke mobil otonom".

Namun Xpeng masih perlu membuktikan keandalan dan keamanan sistemnya sebelum regulator China mengizinkan perusahaan untuk meluncurkan fitur tersebut, baik hanya di kota Guangzhou atau ke seluruh wilayah China.

Fitur self-driving yang canggih telah menjadi nilai jual utama bagi banyak produsen mobil listrik di China. Saingan Xpeng termasuk perusahaan EV Nio dan Baidu Jaidu, telah mengembangkan teknologi serupa.

Baca juga: Xpeng P5, Sedan Listrik Pesaing Tesla Siap Mengaspal di Pasar Eropa

Xpeng mengatakan, bagi pengemudi yang ingin mencoba City NGP perlu mengunduhnya terlebih dahulu. Pengemudi juga harus menjalani "masa pengenalan" selama tujuh hari dengan sistem tersebut, serta mencatat jarak tempuh lebih dari 100 kilometer, sebelum City NGP dapat digunakan di semua jalan yang tersedia.

Sedan P5 yang diluncurkan tahun lalu, dilengkapi dengan teknologi Light Detection and Ranging (Lidar). Teknologi ini menggunakan sinar laser untuk membuat representasi tiga dimensi dari lingkungan kendaraan, yang akan membantu mengaktifkan sistem mengemudi semi-otonom.

Xpeng menambahkan, City NGP akan tersedia untuk model kendaraan sport GP9, yang akan diluncurkan hari ini, Rabu (21/9/2022) di China.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved