Kamis, 7 Mei 2026

CEO Toyota: Peralihan ke Kendaraan Listrik Bisa Memicu Munculnya PHK Massal

Akio Toyoda meminta masyarakat dunia agar bersiap menghadapi PHK massal di industri mesin karena dunia sedang bertransisi ke kendaraan listrik.

Tayang:
facts.net
CEO Toyota Motor, Akio Toyoda. 

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia

 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – CEO Toyota Motor, Akio Toyoda meminta masyarakat dunia agar bersiap menghadapi pemangkasan karyawan secara besar-besaran atau PHK massal di industri  teknologi mesin, sebagai konekuensi peralihan penuh dari kendaraan diesel ke kendaraan listrik (EV).

“Peralihan penuh ke kendaraan EV dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan bagi mereka yang bekerja,” kata Akio Toyoda, Kamis (10/10/2024).

“Setidaknya ada 5,5 juta orang yang bekerja di industri otomotif di Jepang yang akan terdampak. Di antara mereka, ada yang telah lama bekerja di bidang terkait mesin," imbuhnya.

Kekhawatiran ini diungkap oleh CEO Toyota setelah industri otomotif mulai berlomba mempercepat peralihan produksi kendaraan listrik

Peralihan ini terjadi karena kendaraan listrik dianggap ramah lingkungan, lantaran tidak menghasilkan emisi gas buang seperti CO2 dan NOx yang biasa dihasilkan oleh kendaraan berbahan bakar fosil. 

Alasan tersebut yang mendorong para produsen kendaraan TOP global untuk berlomba meningkatkan produksi kendaraan EV demi mengurangi emisi dan mencapai target "zero emission" pada tahun 2060.

Terbukti pada bulan Januari kemarin, penjualan kendaraan listrik paling banyak menguasai pangsa pasar otomotif global dengan persentase 30 persen, sedangkan sisanya dikuasai oleh kendaraan hibrida, sel bahan bakar hidrogen, dan kendaraan berbahan bakar minyak.

Mengantisipasi lonjakan PHK di tengah meningkatnya permintaan mobil EV, Toyoda mengungkap pabrik otomotif miliknya akan lebih berhati-hati dalam pendekatannya terhadap kendaraan listrik dibandingkan produsen lain.

Baca juga: LG Electronics Ekspansi ke Bisnis Charging Station Kendaraan Listrik, Pasar Asia dalam Bidikan

Hal itu dilakukan selain menekan terjadinya PHK massal, juga untuk menggenjot penjualan mobil yang saat ini mengalami tekanan karena penjualan kendaraan listrik global melambat.

Konsumen AS mulai  beralih ke kendaraan hibrida yang harganya lebih terjangkau ketimbang jenis EV.

Sebagai informasi pada awal Oktober kemarin, Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor diketahui telah menghentikan produksi kendaraan listrik (EV) di pabrik  utama di negara bagian Kentucky, Amerika Utara hingga paruh pertama tahun 2026.

Baca juga: Ditopang Penjualan Nikel untuk Kendaraan Listrik, Total Aset BUMN Tambang Ini Meroket

"Kami selalu mengatakan itu akan terjadi pada akhir 2025 dan bisa saja terjadi pada 2026 dan tampaknya memang akan terjadi pada 2026," kata Juru bicara Toyota Scott Vazin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved