Iran Vs Amerika Memanas
Harga BBM Berpeluang Naik karena Perang Teluk, Bos Bluebird: Yang Penting Stoknya Ada
Kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional akan berdampak langsung pada usaha di sektor transportasi seperti taksi dan shuttle.
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional akan berdampak langsung pada usaha di sektor transportasi seperti taksi dan shuttle.
- Pelaku industri transportasi seperti Bluebird bisa mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan penyesuaian tarif ke konsumen.
- Ketersediaan stok BBM menjadi hal substansial bagi pelaku industri transportasi meski harga BBM diwarnai bayang-bayang kenaikan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen perusahaan taksi PT Blue Bird Tbk menyatakan, kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional akan berdampak langsung pada usaha di sektor transportasi seperti taksi dan shuttle karena kenaikan harga jual BBM di Tanah Air.
Saat ini harga minyak dunia terus terkerek dan sempat menembus harga di atas 100 dolar AS per barel sejak meletusnya perang Iran versi Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk akhir Februari 2026 lalu.
Chief Executive Officer PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengatakan, Bluebird sudah memiliki pengalaman mengantisipasi lonjakan harga BBM di bisnis tansportasinya. Jika harga BBM naik pihaknya melakukan penyesuaian tarif yang diberlakukan ke konsumen.
"Buat kita di industri transportasi, yang penting stok BBM nya ada. Jika pun harga BBM naik kita bisa adjustment dan kita sudah seringkali mengalami kondisi seperti itu. Tinggal pemerintah apakah kenaikan tersebut tidak membebani masyarakat," ungkap Adrianto di acara buka puasa bersama media, Senin, 9 Maret 2026.
Dia menegaskan, hal paling memberatkan bagi bisnis transportasi adalah jika stok BBM langka atau tidak tersedia lagi stok BBM yang bisa dibeli.
Hal itu membuat armada tidak bisa dioperasikan maksimal. "Jadi bukan kalau BBM harga mahal," ungkapnya.
Berkaca dari pengalaman selama ini, pihaknya selalu bisa melalui tantangan naiknya harga BBM. "Itu presedennya sudah ada, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali kita alami dan selalu seperti itu," kata dia.
Baca juga: Mudik Jakarta-Malang Pakai PO Cititrans, Bisa Nikmati Layanan Suite Class Ala Sultan di Penerbangan
Saat ini Bluebird mengoperasian ribuan armada taksi yang diakomodir melalui total 56 pool di berbagai kota dan populasi taksi terbesarnya di Jabodetabek.
Beberapa pool taksi Bluebird dikonsolidasi karena pertimbangan bisnis dari sebelumnya berjumlah 70 pool.
Bisnis Bus AKAP dan Shuttle
Pria yang akrab disapa Andre ini juga mengatakan, Bluebird sedang memacu bisnis transportasi antarkota antarprovinsi (AKAP) dan transportasi shuttle antarkota pasca akuisisi Cititrans.
Menurut Andre, bisnis bus AKAP Cititrans tumbuh lebih cepat dari bisnis taksi yang selama ini jadi backnone.
"Sekarang kita masuk di AKAP setelah akuisisi, di pariwisata market share kita masih kecil. Untuk memberi experience lebih, unit bus pariwisata mulai kita rombak interiornya. Di layanan BRT kita juga sekarang juga jadi operator," ungkapnya.
Rute bus AKAP Cititrans Busline antara lain Jakarta-Surabaya-Malang dan Jakarta-Yogyakarta serta Bogor-Yogyakarta, terdiri dari dua kelas layanan, salah satunya kelas Super Eksekutif.
Baca juga: Penjualan Bus Turun 19 Persen di 2025, Begini Tanggapan Hino
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/CEO-PT-Blue-Bird-Tbk-Adrianto-Djokosoetono.jpg)