Sabtu, 18 April 2026

Sedan Listrik Rilis di 2028, Industri Minta Pemerintah Benahi Rantai Pasok dan Infrastruktur

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil sedan listrik secara massal pada 2028.

|
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Istimewa
PABRIK MOBIL LISTRIK - Pabrik GAC Aion yang dioperasikan PT National Assemblers (NA), mampu memproduksi 20.000 unit mobil per tahun, Purwakarta, Jawa Barat. Pemerintah diminta lebih memprioritaskan insentif mobil listrik pada pembangunan infrastruktur tersebut dibandingkan langsung ke kendaraan. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil sedan listrik secara massal pada 2028.
  • Produksi mobil listrik tidak membutuhkan terlalu banyak komponen, namun bergantung pada beberapa elemen utama.
  • Pemerintah diminta lebih memprioritaskan insentif pada pembangunan infrastruktur tersebut dibandingkan langsung ke kendaraan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik nasional. Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil sedan listrik secara massal pada 2028.

"Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," ucap Prabowo, Kamis (9/4/2026).

Menanggapi target tersebut, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam menilai kesiapan industri otomotif tidak bisa dilihat secara sederhana, sebab sektor ini memiliki rantai pasok yang sangat panjang dan kompleks.

"Kesiapan industri itu harus ditanyakan ke Presiden. Karena industri otomotif itu industri yang supply chain-nya banyak. Kayak kita nih sekarang yang konvensional otomotif mungkin ada 1.000 perusahaan di balik itu," tutur Bob kepada Wartawan di Kawasan Benhil, Jakarta, Selasa (15/4/2026).

Bob menjelaskan, dalam pengembangan kendaraan listrik, fokus utama justru terletak pada kesiapan komponen kunci.

Berbeda dengan kendaraan konvensional, mobil listrik tidak membutuhkan terlalu banyak komponen, namun bergantung pada beberapa elemen utama.

Baca juga: Prabowo: 2028, Indonesia Akan Produksi Sedan Listrik Besar-besaran

"Jadi yang paling kunci adalah mempersiapkan supply chain-nya. Kalau mobil listrik itu seperti kita sampaikan, komponen kuncinya adalah baterai, lithium, axle, motor," jelasnya.

Selain rantai pasok, Bob juga menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur pengisian daya atau charging station.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah lebih memprioritaskan insentif pada pembangunan infrastruktur tersebut dibandingkan langsung ke kendaraan.

"Kalau mau kasih insentif mestinya charging station yang dikasih insentif. Karena nanti persoalannya itu charging. Apalagi yang fast charging itu harganya cukup mahal," katanya.

Baca juga: Spesifikasi BYD Seal yang Terbakar di Palmerah Jakarta, Sedan Listrik Mewah Penuh Teknologi 

Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya pada jumlah stasiun pengisian, tetapi juga pada kebutuhan listrik yang akan meningkat signifikan seiring bertambahnya kendaraan listrik.

Pemerintah juga perlu menghitung kebutuhan pasokan listrik nasional secara matang, termasuk pembangunan pembangkit listrik baru untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.

"Juga harus dihitung juga berapa pembangkit listrik yang juga harus dibangun. Apalagi kan Presiden berniat untuk mempensiunkan pembangkit bertenaga diesel," ucap Bob.

Sedan Listrik dan Ambisi Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dengan bersemangat menyampaikan rencana pemerintah untuk memproduksi mobil sedan berbasis listrik secara masif dalam beberapa tahun ke depan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved