Kendaraan Listrik
Toyota Respons Insentif EV 2026: Positif, Tapi Jangan Fokus Satu Teknologi
Kebijakan insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif untuk mendukung perkembangan pasar otomotif nasional.
Ringkasan Berita:
- Toyota menilai insentif kendaraan listrik dari pemerintah merupakan langkah positif untuk mendorong pasar otomotif nasional.
- Jap Ernando Demily menegaskan teknologi elektrifikasi tak hanya mobil listrik murni, tetapi juga hybrid dan teknologi lain berbasis baterai.
- Toyota mempertanyakan efektivitas kebijakan jika insentif hanya difokuskan pada satu jenis teknologi kendaraan elektrifikasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana kembali menggulirkan insentif kendaraan listrik pada Juni 2026. Program tersebut dikabarkan akan menyasar 100.000 mobil listrik dan 100.000 motor listrik.
Wakil Presiden Direktur Toyota Astra Motor Jap Ernando Demily menilai kebijakan insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif untuk mendukung perkembangan pasar otomotif nasional.
"Pada dasarnya insentif ini adalah hal yang positif ya, karena merupakan upaya pemerintah mendorong perkembangan market otomotif," tutur Ernando saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Harga BBM Melonjak, Penjualan Mobil Listrik MG Diklaim Melonjak Hingga Tiga Kali Lipat
Menurutnya, pemberian insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebenarnya bukan kebijakan baru.
Pemerintah sendiri telah menerapkannya dalam beberapa tahun terakhir dengan sejumlah penyesuaian. Insentif yang terbaru ialah pemberian stimulus impor EV utuh yang diberikan setahun penuh pada 2025.
"Di sisi lain, insentif pada kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) bukanlah hal yang baru, karena sudah diimplementasikan selama beberapa tahun terakhir dengan sedikit penyesuaian," ucapnya.
Ernando juga menyoroti perkembangan teknologi elektrifikasi di industri otomotif yang saat ini tidak hanya terbatas pada mobil listrik berbasis baterai murni.
Menurutnya, terdapat berbagai teknologi elektrifikasi lain yang juga memanfaatkan motor listrik dan baterai untuk menekan konsumsi bahan bakar serta emisi.
"Kalau berbicara tentang baterai, di market saat ini tersedia berbagai teknologi elektrifikasi yang juga memanfaatkan motor listrik dengan baterai. Di mana ini juga bisa ikut mendorong pengurangan konsumsi bakar bakar dan produksi emisi," terang Ernando.
Oleh karena itu, Toyota memandang implementasi insentif tersebut perlu dicermati lebih lanjut, terutama jika kebijakan hanya difokuskan pada satu jenis teknologi kendaraan elektrifikasi.
"Sehingga mari kita observasi bersama bagaimana implementasinya, dan apakah dengan insentif yang hanya berfokus pada teknologi tertentu bisa efektif," jelas Ernando.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ban-yang-digunakan-mobil-listrik.jpg)