Dari Thinner Rumahan ke Grup Industri, Cargloss Perkuat Arah Bisnis Lewat Generasi Baru
Perjalanan Cargloss dimulai pada 1975 dari produksi thinner wash rumahan, sebelum akhirnya resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1985
Ringkasan Berita:
- Cargloss merayakan 40 tahun perjalanan dari usaha rumahan hingga menjadi pemain industri terintegrasi.
- Transisi kepemimpinan ke generasi kedua menandai fokus baru pada inovasi dan penguatan ekosistem bisnis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siapa yang tak kenal dengan nama Cargloss. Di dunia otomotif, brand ini terkenal dengan produk helmnya. Tetapi, perjalanan Cargloss bukan hanya berkecimpung di dunia otomotif.
Perjalanan Cargloss dimulai pada 1975 dari produksi thinner wash rumahan, sebelum akhirnya resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1985.
Seiring waktu, perusahaan memperluas bisnisnya ke berbagai sektor, mulai dari cat industri dan otomotif, produk chemical kendaraan, manufaktur helm, jaringan distribusi, hingga retail otomotif dan lifestyle.
Baca juga: Kolaborasi JNE, EIGER, dan Cargloss: Jaket dan Helm Baru untuk Kenyamanan dan Keselamatan Kurir
Presiden Direktur PT Mega Karya Mandiri (produsen helm Cargloss) Harry Suherman mengatakan, perjalanan Cargloss dimulai dari usaha kecil yang dibangun dari rumah dengan semangat kerja keras dan keyakinan bahwa kualitas akan membawa kepercayaan.
"Selama puluhan tahun kami belajar bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh bisnis, tetapi juga oleh hubungan yang kuat dengan para mitra, pelanggan, dan seluruh tim yang menjadi bagian dari perjalanan ini. Harapan saya, Cargloss dapat terus berkembang sebagai perusahaan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi industri nasional," tutur Harry dalam perayaan 40 tahun Cargloss di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, pada 22 April 2026.
Perayaan empat dekade ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga menandai transisi kepemimpinan ke generasi kedua di tengah dinamika industri otomotif yang terus berubah.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang untuk menegaskan posisi perusahaan yang telah berkembang dari skala usaha kecil menjadi pemain industri dengan lini bisnis terintegrasi.
Dalam perayaan tersebut, dilakukan pula seremoni penyerahan kepemimpinan dari generasi pendiri kepada generasi kedua.
Harry Suherman bersama Sri Yuswati secara simbolis menyerahkan tongkat estafet kepada Ryan Saputra, Eric Saputra dan Lorenz Saputra.
Transisi ini menandai dimulainya fase baru perusahaan, dengan fokus pada inovasi dan penguatan ekosistem bisnis.
Eric Saputra menyampaikan, fondasi yang dibangun oleh generasi pertama menjadi landasan yang sangat kuat bagi generasinya untuk melanjutkan perjalanan Cargloss.
Baca juga: JNE Luncurkan Jaket dan Helm Kolaborasi bersama EIGER Tropical Adventure dan Cargloss Helmets
"Ke depan, kami akan fokus pada penguatan inovasi produk, pengembangan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, serta perluasan jaringan distribusi agar Cargloss dapat terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan industri," ucap Eric.
Selain seremoni, perayaan juga diisi dengan refleksi perjalanan perusahaan melalui pemutaran video transformasi bisnis selama empat dekade.
Cargloss juga menyoroti keterlibatannya dalam dunia balap nasional melalui pengelolaan Arai Indonesia, yang telah mendukung puluhan pembalap dari berbagai cabang olahraga.
Memasuki babak baru perjalanannya, Cargloss menyatakan akan terus memperkuat peran di industri otomotif dan manufaktur nasional melalui inovasi produk, pengembangan jaringan distribusi dan kolaborasi dengan berbagai mitra industri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/empat-dekade-cargloss.jpg)