Toyota Lagi Nimbang-nimbang Jualan Mobil PHEV Versi Murah
Penjualan kendaraan PHEV di Indonesia terus tumbuh meski volume penjualannya masih di bawah kendaraan hybrid dan EV.
Ringkasan Berita:
- Toyota sedang mempelajari peluang merilis mobil plug-in hybrid dengan harga terjangkau di Indonesia.
- Penjualan kendaraan PHEV di Indonesia terus tumbuh meski volume penjualannya masih di bawah kendaraan hybrid dan EV.
- Di April 2026, Chery Tiggo 8 CSH menjadi model PHEV terlaris dengan volume penjualan 229 unit diikuti Wuling Eksion sebanyak 183 unit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang dengan makin banyaknya merek otomotif yang memperkenalkan model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Terbaru, Wuling merilis SUV 7-seater Eksion dengan pilihan EV dan PHEV di Indonesia.
Sebelumnya, brand ini juga sudah merilis MPV 7-seater Darion PHEV.
Melihat tren tersebut, PT Toyota Astra Motor (TAM) sedang mempelajari peluang merilis mobil plug-in hybrid dengan harga terjangkau di Indonesia.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, konsumen saat ini memnbutuhkan mobil dengan efisiensi bahan bakar yang bagus sekaligus menunjang kebutuhan berkendara jarak jauh yang efisien.
"Kita coba lihat kebutuhannya dulu ya," kata Bansar kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Toyota sendiri saat ini lebih fokus merilis mobil-mobil hybrid untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Tapi tidak menutup kemungkinan memperluas lini PHEV jika permintaan pasar terus meningkat. "Jika memang ada kebutuhan terhadap plug-in hybrid ya kita akan study," ucap Bansar.
Dia berpendapat, karakter konsumen Indonesia saat ini masih lebih cocok dengan teknologi hybrid konvensional ketimbang PHEV.
Baca juga: Pasar Mobil Bensin Tergerus, Hybrid dan Mobil Listrik Tancap Gas, PHEV Mulai Dilirik
Selain menawarkan efisiensi bahan bakar, hybrid juga dinilai lebih praktis untuk penggunaan harian tanpa perlu tergantung pada pengisian daya eksternal.
"Kalau kita lihat dari kebutuhan saat ini di mana customer masih membutuhkan efisiensi tapi juga masih mau berkendara lebih panjang atau lebih jauh, kami rasa hybrid adalah jawaban yang tepat," ujarnya.
Toyota sendiri sudah membawa model Prius Hybrid dan Prius Plug-in Hybrid (PHEV) ke Indonesia. Namun dengan volume penjualan yang terbatas alias belum dipasarkan secara massal.
Alasannya, Toyota merasa perlu memantau karakteristik kebutuhan konsumen terhadap kendaraan PHEV.
Baca juga: SPK Tembus 1.000 Unit, Wuling Serah Terima SUV Eksion ke 25 Pembeli Pertama
"Kalau Prius Hybrid kemarin kan sudah diuji coba (jual) dan Prius PHEV juga ada. Itu memang kalau dilihat kita masih menjualnya dalam jumlah terbatas, jadi nggak dalam jumlah masif," ucap Bansar.
Ia menyebut model tersebut belum ditampilkan di situs resmi Toyota karena unit yang tersedia jumlahnya terbatas. "Memang kita lihat bahwa demand karakteristik dari masyarakat Indonesia masih ada challenge untuk menjawab demand tersebut," terangnya.
Pasar PHEV Tumbuh
Berdasar data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pasar mobil PHEV di Indonesia mulai tumbuh meski volumenya masih lebih kecil dibanding kendaraan hybrid maupun EV.
Di April 2026, Chery Tiggo 8 CSH menjadi model PHEV terlaris dengan volume penjualan 229 unit diikuti Wuling Eksion sebanyak 183 unit dan Chery Tiggo 9 CSH sebanyak 52 unit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/general-manager-lexus-indonesia-bansar-maduma-dalam-acara-media-gathering.jpg)