Breaking News:

Diet Tya Ariestya Jadi Kontroversi, Ahli Gizi Soroti Hal Tak Biasa Ini

Berhasil turun 25 kg, baru-baru ini diet ala Tya Ariestya ini justru menimbulkan kontroversi. Ahli gizi ungkap hal ini.

Pro kontra diet Tya Ariestya 

Berikut beberapa pro kontra diet Tya Ariestya yang ditunjukkan oleh akun @gizipedia_id berdasarkan bukunya.


Penggunaan garam secara bebas

Utas tersebut juga menyoroti pembahasan dalam buku yang menuliskan ayam fillet tanpa kulit boleh dimakan dengan bumbu apapun, termasuk bebas menggunakan garam.

Hal ini pun dirasa tidak tepat. Pasalnya, penggunaan garam juga telah dibatasi untuk alasan kesehatan.

"Pada halaman 55, dituliskan ayam fillet tanpa kulit boleh dimakan dg bumbu apapun. Tulisnya, "boleh pakai garem, bebas malah..." Kecuali terasi (ngga tahu alasan ilmiahnya kenapa)

Ini tidak tepat. Konsumsi garam itu tidak bebas dipakai enaknya ya," tulis akun @gizipedia_id.

Baca Juga: Penuhi Nutrisi Tubuh dengan Konsumsi Makanan Clean Label. Apa Itu?

Kementerian Kesehatan RI sudah mengeluarkan pedoman konsumsi gula, garam dan lemak, di mana konsumsi garam harian hanya boleh satu sendok teh atau setara 2.000 miligram natrium.

"Garam, natrium konsumsinya dibatasi. Kemenkes sudah capek promosi G1G4L5. Buat apa kurus kalau hipertensi? Coba googling aja. Banyak sekali alasan knp garam dibatasi," tambahnya.

Hal ini pun masih menimbulkan kontroversi hingg pro kontra sampai saat ini.

Beberapa dokter dan ahli gizi kini juga tengah ramai menyoroti diet Tya Ariestya ini. 


Sayuran dianggap menghambat penurunan berat badan

Dalam utasnya, akun tersebut mengungkapkan banyaknya pertanyaan soal sayuran yang justru dianggap membuat gemuk.

Dari buku tersebut, para ahli gizi ini menemukan pembahasan yang menyebut bahwa sayur dapat menghambat penurunan berat badan.

"Masih pada halaman serupa, dijelaskan bahwa dokter yg mengatur nutrisi untuk BB, jarang memberikan menu sayur pd awal program. Pada paragraf ke-6, "Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan bb, loh" Speechless. Seumur hidup baru ini saya dengar statement itu," tulis akun tersebut dalam utasnya.

Selain itu, disebutkan sayur tidak diberikan saat diet karena makanan berserat dapat mengganggu bakteri baik dalam tubuh.

Bakteri baik yang terganggu dapat menyerap nutrisi penting dari lambung dan usus. Serta dapat menyebabkan kembung dan diare.

Akun @gizipedia_id pun mengungkapkan bahwa anggapan itu adalah hal yang keliru.

Baca Juga: Tak Cuma Tauge, 7 Makanan Ini Dipercaya Bisa Tingkatkan Kesuburan, Mau Coba?

Diet rendah kalori

Tak hanya itu, diet yang dijalani Tya ini juga disebut sangat rendah kalori.

Bahkan dalam salah satu rancangan menu yang dibagikan dalam bukunya, total asupan kalori hariannya kurang dari 500 kalori/

Hal ini termasuk dalam Very Low Calorie Diet (VLCD).

Very Low Calorie Diet (VLCD) atau pola diet yang sangat rendah kalori tersebut dinilai tidak baik untuk kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang.

Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved