Hindari Melipat Bantal yang Sudah Kempis, Ini Risikonya bagi Kesehatan
Jika Kawan Puan mendapati bantal sudah kempis, hindari untuk melipatnya. Ini risiko yang mungkin akan terjadi
Parapuan.co – Bantal yang sudah terlalu lama digunakan tentu akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti menguning, dapat ditekuk, hingga kempis.
Tentu jika bantal sudah menunjukkan kondisi ini, Kawan Puan perlu untuk segera menggantinya.
Umumnya, kita disarankan untuk mengganti bantal sekitar satu hingga dua tahun sekali.
Jika melebihi waktu tersebut, bantal sudah tidak layak dan tidak nyaman digunakan.
Meski demikian, masih ada orang yang memilih untuk melipat bantal yang sudah kempis untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi.
Nyatanya, ini justru membuat kerusakan bantal yang lebih parah. Melipat bantal akan membuat bagian isinya menjadi terbelah dan meninggalkan bagian kosong di tengahnya.
Baca Juga: Hal Lain yang Perlu Diperhatikan di Kamar Tidur selain Kebersihan Bantal, Apa Saja?
Tak hanya lebih cepat merusak bantal, ternyata melipat bantal juga berpengaruh pada tubuhmu loh.
Melansir dari Livestrong, beberapa ahli mengatakan bahwa akan ada risiko yang terjadi.
“Ini dapat menyebabkan dagu miring ke bawah, ke arah tenggorokan dan memotong suplai udara,” ucap Dr. Ann Romaker, MD, direktur University of Cincinnati Medical Center Sleep Medicine Center.
Tak hanya itu, Dr. Ann Romaker juga mengatakan dampak lain jika Kawan Puan terbiasa tidur dengan melipat bantal untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi.
“Itu juga bisa membuat mulutmu terbuka, yang meningkatkan risiko terkena kerusakan gigi, penyakit gusi, dan radang gusi,” tambahnya.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada Januari 2020 di Bioinformation, pernapasan yang dilakukan melalui mulut dapat mengurangi air liur.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/istock-1213645622jpg-20210713062308.jpg)