Minggu, 25 Januari 2026

Sekolah Rakyat, Ikhtiar Memperluas Akses Pendidikan yang Setara

Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Senin (12/1/2026).

Editor: Suci BangunDS
Istimewa/GO
SEKOLAH RAKYAT - Program Sekolah Rakyat. Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Pembukaan Program Sekolah Rakyat menandai langkah awal pemerintah dalam memperkuat agenda pemerataan pendidikan di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dalam sebuah seremoni yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Program ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses belajar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program ini sebagai langkah terobosan yang diambil pemerintah untuk menjawab persoalan mendasar di sektor pendidikan.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen awal pemerintahan baru dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia.

Program Sekolah Rakyat dan Konsep Pendidikan yang Ditawarkan

Sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan yang berpihak pada kelompok masyarakat paling rentan.

Secara konseptual, program ini lahir dari pemahaman bahwa pendidikan tidak semata-mata berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai jalan untuk membentuk karakter, membuka cara berpikir, dan meningkatkan kualitas hidup peserta didik secara menyeluruh.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu implementasi dari Asta Cita poin keempat yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan terjangkau.

Program ini dirancang untuk memberikan layanan pendidikan gratis yang terintegrasi, tidak hanya mencakup proses belajar mengajar, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.

Negara menanggung berbagai aspek pendukung, mulai dari akomodasi, konsumsi, pakaian seragam, hingga kebutuhan esensial lainnya, sehingga peserta didik dapat mengikuti pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Baca juga: Strategi Lulus Fakultas Kedokteran UNS, Ganesha Operation Gelar Webinar Sosialisasi PTN

Sasaran utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Kelompok ini mencakup anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk anak jalanan, yang selama ini menghadapi keterbatasan serius dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Dengan menyasar kelompok paling rentan, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kualitas hidup generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat tidak berdiri sendiri. Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan berskala nasional membutuhkan dukungan, pengawasan, serta evaluasi bersama agar tujuan pemerataan dan keberlanjutan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

Posisi Sekolah Rakyat dalam Sistem Pendidikan Nasional

Dalam kerangka pendidikan nasional, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai salah satu skema untuk memperluas akses belajar, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved