Senin, 13 April 2026

Lebaran 2026

Makna Bhinneka Tunggal Ika di Balik Nyepi dan Idul Fitri

Nyepi yang hening dan takbiran Idul Fitri bertemu, potret indah toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.

Editor: Sri Juliati
ISTIMEWA/GANESHA OPERATION
NYEPI X IDUL FITRI - Tahun ini, Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri jatuh dalam rentang waktu yang hampir bersamaan. Situasi tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia hidup berdampingan di tengah keberagaman keyakinan dan tradisi. 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya, suku, dan agama. 

Dalam satu tahun, masyarakat Indonesia merayakan berbagai hari besar keagamaan dengan tradisi yang berbeda-beda. 

Perbedaan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang telah berlangsung lama dan menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Pada momen tertentu, dua perayaan keagamaan bahkan dapat hadir dalam waktu yang berdekatan. 

Hal ini juga terjadi pada tahun 2026, ketika Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri jatuh dalam rentang waktu yang hampir bersamaan. 

Situasi tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia hidup berdampingan di tengah keberagaman keyakinan dan tradisi.

Menariknya, kedua perayaan ini memiliki suasana yang sangat berbeda. 

Hari Raya Nyepi identik dengan suasana yang hening dan tenang, di mana umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian dengan membatasi aktivitas, perjalanan, hingga penggunaan suara. 

Sebaliknya, malam Idul Fitri justru identik dengan lantunan takbir yang dikumandangkan umat Muslim di masjid-masjid menggunakan pengeras suara sebagai ungkapan syukur menyambut hari kemenangan. 

Perbedaan suasana yang kontras inilah yang menjadikan momen ketika Nyepi dan Idul Fitri berdekatan sebagai gambaran nyata bagaimana toleransi dan saling pengertian menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Agama bahkan telah merilis panduan khusus terkait pelaksanaan dua perayaan tersebut. 

Panduan ini disusun karena Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan malam takbiran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Penyusunan panduan tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat di Bali.

Baca juga: Ucapan Idul Fitri dari Menag Nasaruddin Umar: Kemenangan Idul Fitri, Momentum Meraih Keberkahan

Memahami Arti Bhinneka Tunggal Ika

Salah satu nilai penting yang diperkenalkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan tersebut memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Makna ini menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang suku, budaya, bahasa, dan agama, namun tetap bersatu sebagai satu bangsa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved