Jumat, 10 April 2026

Materi Sekolah

Latar Belakang Munculnya Nasionalisme di Indonesia, Simak Penjelasannya

Pergerakan nasional dilatarbelakangi berbagai kejadian di dalam negeri Indonesia dan berbagai kejadian di luar negeri.

Penulis: Devi Rahma Syafira
Editor: Inza Maliana
ODD ANDERSEN / AFP
Latar Belakang Munculnya Nasionalisme di Indonesia, Simak Penjelasannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pergerakan nasional dilatarbelakangi berbagai kejadian di dalam negeri Indonesia dan berbagai kejadian di luar negeri.

Dikutip dari Buku SMP/MTS IPS Kelas VIII (2017) Oleh Mukminan, berbagai kejadian dari dalam negeri atau sering disebut faktor internal yang melatarbelakangi pergerakan nasional, yaitu:

1. Perluasan pendidikan;

2. Kegagalan perjuangan di berbagai daerah;

3. Rasa senasib sepenanggungan;

4. Perkembangan berbagai organisasi etnik kedaerahan.

Baca juga: Mengenal Nilai Sosial: Pengertian, Ciri-ciri, Macam, dan Fungsinya

Baca juga: Mengenal Apa Itu Organisasi: Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri, Prinsip, dan Manfaatnya

Pengibar bendera Indonesia Nurul Akmal dan delegasi berparade saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, di Tokyo, pada 23 Juli 2021.
Pengibar bendera Indonesia Nurul Akmal dan delegasi berparade saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, di Tokyo, pada 23 Juli 2021. (BEN STANSALL / AFP)

Adapun berbagai hal dari luar Indonesia (faktor eksternal) yang melatarbelakangi terjadinya pergerakan nasional, antara lain munculnya paham-paham baru di dunia seperti pan Islamisme, nasionalisme, sosialisme, liberalisme, dan demokrasi.

Beberapa peristiwa seperti kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang 1905 dan perkembangan berbagai organisasi pergerakan nasional di berbagai negara juga menjadi faktor eksternal pendorong pergerakan nasional di Indonesia.

Adapun uraian berikut akan menjelaskan hal-hal yang telah disebutkan di atas.

a. Perluasan Pendidikan

Pemerintah Hindia Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis pada tahun 1901, yaitu dalam bidang irigasi/pengairan, emigrasi/transmigrasi, dan edukasi/pendidikan.

Tiga kebijakan tersebut sebenarnya bertujuan memperbaiki kondisi masyarakat yang semakin terpuruk.

Namun, pelaksanaan kebijakan politik Etis tetap lebih berpihak kepada penjajah.

Dalam pelaksanaannya, banyak penyelewengan dalam Politik Etis, seperti:

1. Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved