Sabtu, 30 Agustus 2025

Tanoto Foundation Paparkan Model Pengasuhan Anak Usia Dini Berbasis Komunitas di ARNEC 2025

Tanoto Foundation perkenalkan model pengasuhan anak usia dini berbasis komunitas yang telah diterapkan di Indonesia dan Tiongkok di ARNEC 2025.

Editor: Content Writer
dok. Tanoto Foundation
MODEL PENGASUHAN ANAK - Tanoto Foundation paparkan model pengasuhan anak usia dini berbasis komunitas yang sukses dari Indonesia dan Tiongkok. Model pengasuhan ini dipaparkan dalam Konferensi Regional Jaringan Asia-Pasifik untuk Anak Usia Dini (Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood/ARNEC) 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Konferensi Regional Jaringan Asia-Pasifik untuk Anak Usia Dini (Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood/ARNEC) 2025 yang baru digelar, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang berfokus pada perubahan sistemik di sektor pendidikan dan kesehatan, memperkenalkan model pengasuhan anak usia dini berbasis komunitas yang telah berhasil diterapkan di Indonesia dan Tiongkok.

Dua inisiatif yang dipresentasikan adalah Rumah Anak SIGAP dari Indonesia dan program HOPE (Harnessing Opportunity through Parenting and Education) dari Tiongkok, yang keduanya terbukti efektif dalam mendorong perkembangan anak di masyarakat pedesaan dan wilayah terpencil. 

Kedua inisiatif ini menargetkan periode usia 0–3 tahun, yang dikenal sebagai masa emas dalam kehidupan anak karena terjadi perkembangan otak yang pesat, hingga mencapai 80 persen ukuran otak orang dewasa.

Studi dari Center on the Developing Child di Universitas Harvard menyebutkan bahwa perkembangan otak pada periode lima tahun pertama kehidupan mencapai hingga 90 persen, yang menjadi dasar bagi perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sensorik, dan emosional anak di tahapan usia selanjutnya.

Namun, periode ini menjadi tantangan besar di banyak wilayah Asia. Studi tahun 2023 dari Australian Council for Educational Research (ACER) menunjukkan bahwa 57 persen anak usia 0–3 tahun di beberapa wilayah Indonesia berisiko tidak mencapai potensi tumbuh kembangnya secara optimal. 

Studi ini juga menemukan bahwa 26 persen anak hidup dalam lingkungan pengasuhan dengan kualitas rendah. Di Tiongkok, kekhawatiran serupa muncul dengan tingginya angka keterlambatan perkembangan pada anak usia 0–3 tahun di daerah pedesaan, yakni lebih dari 80 persen anak tidak memenuhi minimal satu indikator perkembangan, menurut artikel tahun 2019 di Journal of Comparative Economics.

Dampak di Indonesia: Inisiatif Rumah Anak SIGAP

Program Rumah Anak SIGAP yang dijalankan Tanoto Foundation di Indonesia menunjukkan dampak positif yang signifikan. Hasil Evaluasi dampak menunjukkan bahwa anak-anak di wilayah pedesaan dengan keterlambatan perkembangan awal yang mendapatkan stimulasi melalui program ini mengalami peningkatan skor perkembangan rata-rata sebesar 1,06 poin, dibandingkan dengan peningkatan 0,53 poin pada anak-anak di wilayah perkotaan. 

Hingga tahun 2024, program ini telah menjangkau lebih dari 3.000 anak dan orang tua melalui 29 pusat layanan di lima provinsi: Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Riau.

Baca juga: Tanoto Foundation dan Gates Foundation Bekerja Sama Tingkatkan Kesehatan, Gizi, & Pendidikan di Asia

Keberhasilan program ini terletak pada pemberdayaan kader masyarakat sebagai agen perubahan, yang mendorong kepemilikan lokal sebagai kunci keberlanjutan. Ancilla Irwan, Education Development Lead Tanoto Foundation, menjelaskan bahwa kolaborasi erat antara masyarakat dan pemerintah menjadikan program ini “bagian penting dari ekosistem pengasuhan yang terintegrasi.” 

Kekuatan model ini ditekankan kembali ketika Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mempresentasikan inisiatif kotanya—yang mengintegrasikan pusat Rumah Anak SIGAP dengan pusat pencegahan stunting—dalam forum yang sama.

“Dari 64 orang tua yang diwawancarai, 59 melaporkan perubahan positif, seperti praktik menyusui yang lebih baik, pemberian makanan bergizi, dan keterlibatan yang lebih mendalam dengan anak. Perubahan terbesar terjadi di rumah, ketika orang tua mulai berinteraksi secara konsisten dan penuh perhatian dengan anak-anak mereka,” ujar Radi Negara, Impact Evaluation Lead Tanoto Foundation.

Mendorong Keberhasilan di Tiongkok: Program HOPE

Mencerminkan keberhasilan tersebut, program HOPE di Tiongkok juga berhasil memperluas model berbasis komunitas untuk mengatasi kesenjangan capaian perkembangan anak. Program ini telah melatih 330 fasilitator dan mendirikan 138 pusat layanan di lima provinsi: Beijing, Guizhou, Jiangsu, Jiangxi, dan Shandong, yang melayani lebih dari 16.000 anak usia 0–3 tahun dan keluarganya di daerah pedesaan.

Wu Wei, Country Head Tanoto Foundation China, menjelaskan bahwa “Investasi pada Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) mendorong keadilan sosial, memutus rantai kemiskinan antargenerasi, dan memperkuat modal manusia yang esensial bagi pembangunan berkelanjutan jangka panjang di Tiongkok.”

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan