Minggu, 12 April 2026

Pendidikan Profesi Guru

5 Contoh Studi Kasus PPG PAI Kemenag 2025 Masalah Penilaian Pembelajaran

5 contoh studi kasus PPG PAI Kemenag 2025 masalah Penilaian Pembelajaran, maksimal 500 kata sebagai referensi persiapan UKMPPG pada 11-12 Oktober 2025

Penulis: Sri Juliati
Editor: Endra Kurniawan
Kolase Tribunnews.com/Canva
STUDI KASUS PPG - Grafis tentang contoh studi kasus PPG 2025 tentang Penilaian Pembelajaran yang dibuat di aplikasi Canva Premium, Sabtu (4/10/2025). Inilah contoh studi kasus PPG PAI Kemenag 2025 masalah Penilaian Pembelajaran, maksimal 500 kata sebagai referensi persiapan UKMPPG. 

TRIBUNNEWS.COM - Contoh studi kasus Pendidikan Profesi Guru (PPG) masalah Penilaian Pembelajaran bisa menjadi referensi bapak/ibu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) saat mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG).

Sesuai jadwal dari Kemenag, UKMPPG yang merupakan tahap akhir dari program PPG yang dirancang untuk menguji dan mengukur kompetensi mahasiswa agar siap menjadi guru profesional, akan dilaksanakan pada 11-12 Oktober 2025.

Saat mengikuti UKMPPG, bapak/ibu guru PAI peserta PPG Kemenag 2025 batch 3 akan diminta membuat studi kasus 500 kata dengan empat pilihan masalah, salah satunya masalah Penilaian Pembelajaran.

Menurut channel YouTube Pak Guru Wali, masalah penilaian biasanya berkaitan dengan instrumen yang kurang bervariasi, penilaian hanya berfokus pada hasil akhir (ujian tertulis), atau guru kesulitan menilai keterampilan serta sikap siswa secara objektif. 

Akibatnya, hasil penilaian belum sepenuhnya mencerminkan proses belajar siswa.

Studi kasus PPG PAI Kemenag 2025 masalah Penilaian Pembelajaran harus berdasarkan pengalaman bapak/ibu guru selama mengajar di kelas dan menjawab empat pertanyaan utama yaitu: 

  1. Permasalahan apa yang pernah Anda hadapi? 
  2. Bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikannya? 
  3. Apa hasil dari upaya Anda tersebut? 
  4. Pengalaman berharga apa yang bisa Anda petik ketika menyelesaikan permasalahan tersebut?

Inilah contoh studi kasus PPG PAI Kemenag 2025 masalah Penilaian Pembelajaran, maksimal 500 kata sebagai referensi persiapan UKMPPG, dikutip dari berbagai sumber dan hasil olah AI:

A. Contoh Studi Kasus PPG PAI Kemenag 2025 Masalah Penilaian Pembelajaran

1. Permasalahan apa yang pernah Anda hadapi? 

Masalah utama saya adalah menemukan kesenjangan signifikan antara nilai tes tertulis PAI (misalnya, tentang rukun salat) dan kemampuan siswa mempraktikkan salat secara benar di musala sekolah. 

Siswa kelas 2 umumnya bisa mendapat nilai 90-100 pada soal pilihan ganda atau isian tentang syarat dan rukun salat, tapi saat diminta praktik, banyak yang lupa membaca surah yang benar, gerakan takbirnya kurang sempurna, atau terburu-buru saat tumaninah. 

Penilaian saya terasa tidak holistik; hanya mengukur aspek kognitif, mengabaikan keterampilan dan afektif yang merupakan inti dari PAI. Saya merasa nilai yang saya berikan tidak jujur mencerminkan kompetensi siswa secara utuh.

Baca juga: 5 Contoh Studi Kasus PPG PAI Kemenag 2025 Masalah Penggunaan LKPD sebagai Referensi

2. Bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikannya? 

Saya melakukan tiga upaya utama:

  • Menggeser Bobot Penilaian: Saya mengurangi bobot tes tertulis dari 50 persen menjadi 30 persen. Saya meningkatkan bobot penilaian kinerja (praktik salat dan wudu) menjadi 50 persen, dan penilaian sikap (observasi konsistensi salat Duha di sekolah, kepedulian) menjadi 20 persen.
  • Penilaian Berbasis Video (Proyek): Saya meminta siswa merekam diri mereka saat praktik salat di rumah (dibimbing orang tua), lalu saya menilai video tersebut. Ini mengurangi kecemasan saat dinilai langsung dan memberikan saya kesempatan untuk mengulang dan menganalisis setiap gerakan dengan cermat tanpa terburu-buru.
  • Rubrik Penilaian yang Detail dan Jelas: Saya membuat rubrik praktik salat yang sangat detail, memecah setiap rukun dan sunah menjadi poin-poin kecil, sehingga siswa dan orang tua tahu persis standar yang harus dicapai (misalnya, "Tumaninah saat rukuk: skor 4 jika berhenti total selama 3 detik, skor 2 jika berhenti kurang dari 1 detik").

3. Apa hasil dari upaya Anda tersebut? 

Hasilnya sangat positif.

  • Peningkatan Kualitas Praktik: Rata-rata nilai praktik salat meningkat signifikan. Siswa menjadi lebih teliti karena tahu setiap detail gerakan dinilai. Mereka juga lebih percaya diri karena bisa berlatih berulang kali sebelum merekam.
  • Keterlibatan Orang Tua: Penugasan video mendorong kolaborasi orang tua dalam pembelajaran PAI, yang sangat penting di fase awal sekolah dasar.
  • Validitas Penilaian Meningkat: Nilai akhir siswa kini lebih valid dan holistik, karena mencerminkan pemahaman teori (kognitif) dan aplikasi nyata (psikomotorik). Kesenjangan antara nilai dan kenyataan praktik hampir tidak ada lagi.
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved