Sabtu, 18 April 2026

Panduan Kemendiktisaintek Jadi Acuan Penggunaan AI untuk Mahasiswa dalam Perkuliahan

Doktor Ilmu Komunikasi Riris Loisa, mengatakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dapat mempercepat akses terhadap pengetahuan. 

HO/Ist
AKAL IMITASI - Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) 2025 yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Jumat (17/10/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Penggunaan AI dapat mempercepat akses pengetahuan, namun harus disertai dengan pemahaman etika yang kuat.
  • AI adalah alat bantu bukan sebagai pengganti. Mahasiswa perlu memahami batas penggunaan AI.
  • Pencarian jurnal atau ringkasan artikel dari AI tetap harus diverifikasi dan dianalisis secara kritis.
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Doktor Ilmu Komunikasi Riris Loisa, mengatakan penggunaan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI) dalam pendidikan dapat mempercepat akses terhadap pengetahuan. 

Meski begitu, dirinya menilai etika penggunaan AI menjadi hal yang krusial.

"AI itu bukan membuat kita bodoh. Justru ketika kita tahu cara memakainya dengan benar, kita bisa belajar lebih cepat. Tapi tetap harus dijaga etikanya," kata Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Untar Jakarta itu dalam Konferensi Nasional Komunikasi Humanis (KNKH) 2025, Jumat (17/10/2025).

Riris menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami batas antara menggunakan AI sebagai alat bantu dengan menggantikannya sepenuhnya. 

Ia mencontohkan penggunaan AI untuk mencari jurnal atau meringkas artikel harus disertai verifikasi dan pemahaman kritis dari mahasiswa sendiri.

Menanggapi panduan penggunaan AI yang telah dikeluarkan Kemendiktisaintek, Fikom Untar kini mengintegrasikan literasi AI ke dalam mata kuliah, salah satunya melalui mata kuliah Teknik Penulisan.

KNKH, kata Riris, menjadi wadah bagi akademisi komunikasi untuk membahas isu-isu baru yang belum banyak disentuh konferensi lain, termasuk riset-riset awal yang masih berkembang.

"Kami ingin terus menghadirkan isu-isu baru. Bahkan hal-hal yang mungkin risetnya masih terbatas, di sinilah tempatnya dibahas," tuturnya.

Rektor Untar Prof Amad Sudiro, dalam momen yang sama menekankan bahwa pengangkatan tema komunikasi dan budaya dalam KNKH tahun dapat memperluas wawasan di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah. 

KNKH 2025 yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu produser film Siera Tamihardja serta dosen Fikom Untar dan pengamat budaya, Gregorius Genep Sukendro.

Ketua Panitia KNKH 2025 Septia Winduwati menyampaikan pelaksanaan tahun ini diikuti lebih dari 300 peserta dari 15 universitas, termasuk partisipan internasional yang berasal dari Austria dan Korea Selatan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved