Minggu, 26 April 2026

Kematian Timothy Mahasiswa Unud, Pakar Nilai Pendidikan Gagal Bentuk Mahasiswa Berkarakter

Dunia pendidikan selama ini masih terlalu berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi mengabaikan pembinaan nilai empati dan moral sosial

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
tangkapan layar IG
KEGAGALAN SISTEM PENDIDIKAN - Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah Saputra, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (15/10/2025) usai diduga jadi korban perundungan.  Pengamat Pendidikan, Jejen Musfah menilai kasus ini mencerminkan adanya kegagalan sistem pendidikan nasional dalam membentuk karakter murid dan mahasiswa.  

Satgas ini, menurut Jejen, perlu berfungsi aktif untuk mencegah terjadinya perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Sosok Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Unud yang Diduga Akhiri Hidup akibat Bullying

Tanggung Jawab Bersama

Kasus perundungan, menurut Jejen, tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak kampus, tetapi juga orang tua dan masyarakat. 

Ia menilai perlu adanya keterlibatan keluarga dalam membangun empati sosial anak sejak dini, sehingga tidak tumbuh menjadi individu yang mudah merendahkan atau menyakiti orang lain.

“Para orangtua pembullly harus dipanggil dan bertanggung jawab atas perbuatan anak mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, setiap pelanggaran perlu ditindak sesuai tingkat kesalahannya agar menjadi pembelajaran bersama. 

“Ringan sedang sampai berat seperti pencabutan gelar, sesuai dengan pelanggaran masing-masing, dan berdasarkan data yang dihimpun. Harus hati-hati dan profesional,” tutupnya. 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved