Universitas Terbuka Dorong Gaya Hidup Zero Waste dan Minim Kimia Sintetis di Desa Sukamakmur
Tim pengabdian masyarakat UT menggelar sosialisasi bertema “Keluarga Sehat, Bumi Lestari: Sinergi Zero Waste dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan”.
TRIBUNNEWS.COM – Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan, tim pengabdian masyarakat Universitas Terbuka yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menggelar sosialisasi bertema “Keluarga Sehat, Bumi Lestari: Sinergi Zero Waste dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PKK Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, pada Minggu (14/6/2026) pukul 09.00-12.00 WIB.
Program ini merupakan salah satu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka yang memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, khususnya ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Acara yang dihadiri oleh puluhan ibu-ibu PKK, kader posyandu, dan tokoh masyarakat setempat ini menghadirkan dua pakar di bidangnya untuk mengupas tuntas keterkaitan erat antara kelestarian lingkungan rumah tangga dengan ketahanan keluarga dari sisi ekonomi dan kesehatan.
Landasan Ilmiah Keberlanjutan Lingkungan di Rumah Tangga
Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Pepi Rospina Pertiwi, M.Si, selaku dosen sekaligus Ketua Tim Pengabdian. Beliau memaparkan urgensi menjaga keberlanjutan lingkungan yang dimulai dari unit sosial terkecil, yaitu keluarga. Dalam pemaparannya, Dr. Pepi menyoroti bahaya laten dari timbulan sampah domestik dan paparan bahan kimia sintetis harian.
“Ketahanan keluarga tidak hanya bicara soal kecukupan finansial, tetapi juga jaminan kesehatan jangka panjang bagi setiap anggotanya. Tanpa kita sadari, produk pembersih, kosmetik, dan pewangi sintetis yang kita gunakan sehari-hari di rumah mengandung zat kimia aktif yang dapat memicu masalah pernapasan, iritasi kulit, hingga gangguan hormon. Ditambah lagi dengan pola konsumsi plastik sekali pakai yang terus menumpuk di lingkungan kita,” ujar Dr. Pepi.
Ia menambahkan, “Bersama dengan anggota tim dosen serta melibatkan peran aktif dari mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, kami berkomitmen untuk mendampingi PKK Desa Sukamakmur dalam menerapkan konsep zero and limit waste sebagai solusi akademis yang taktis untuk mengurangi dan membatasi timbulan sampah langsung dari dapur rumah tangga guna mencegah kerusakan ekosistem air dan tanah.”
Baca juga: Universitas Terbuka Raih Opini WTP Tiga Tahun Berturut-turut, Ini Kuncinya
Langkah Nyata dan Efisiensi Ekonomi Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Menyambung penjelasan ilmiah tersebut, sesi kedua dilanjutkan oleh Anantasari, S.Si., M.T., seorang praktisi lingkungan berpengalaman. Beliau membagikan pengalaman taktis bagi para peserta mengenai bagaimana melakukan transisi menuju gaya hidup ramah lingkungan (eco-friendly) secara bertahap dan konsisten.
“Beralih ke produk ramah lingkungan sebenarnya bukan hal yang rumit atau mahal. Sebaliknya, ini adalah langkah efisiensi ekonomi yang sangat cerdas bagi anggaran belanja keluarga,” jelas Anantasari.
Anantasari memberikan berbagai contoh konkret produk alternatif yang bebas dari racun berbahaya (toxin-free) dan mudah terurai oleh alam (biodegradable).
Ia memaparkan bahwa dengan membatasi penggunaan limbah organik, keluarga dapat mengganti deterjen konvensional bersurfaktan keras dengan alternatif yang lebih alami, menghemat pengeluaran bulanan sekaligus mencegah timbulnya biaya pengobatan akibat penyakit yang dipicu oleh paparan bahan kimia sintetis.
Komitmen Bersama untuk Aksi Nyata
Acara kemudian diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para anggota PKK. Sebagai penutup, seluruh peserta yang hadir melakukan deklarasi komitmen bersama untuk mulai mengolah sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.
Setiap peserta juga dibekali starter kit ramah lingkungan berupa produk kebersihan ramah lingkungan sebagai stimulan awal untuk langsung merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat ini, diharapkan kesadaran warga Desa Sukamakmur untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh, sekaligus menjadi benteng kokoh dalam melindungi kesehatan serta kesejahteraan seluruh anggota keluarga.
Baca juga: Langkah Revolusioner UT Pada RTM 2026: Pertemukan Jajaran Pimpinan dari Pusat hingga Daerah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/program-BIMA-Universitas-Terbuka.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.