Eks Pejuang Timor Timur, Agum Gumelar, Hendropriyono & Wiranto Datangi Istana Temui Prabowo
Agum Gumelar mengatakan kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para mantan pejuang Timor-Timur mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Pejuang Timor Timur merujuk pada individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik dan perjuangan politik, militer, atau sosial di wilayah Timor Timur (sekarang Timor Leste), terutama selama masa transisi antara integrasi dengan Indonesia dan perjuangan kemerdekaan.
Baca juga: Prabowo Bongkar Praktik Pengusaha Nakal: Dapat HGU dan Kredit Bank, Enggan Bayar Pajak
Laporan langsung wartawan Tribunnews di lokasi, para mantan pejuang Timor Timur itu tiba melalui pintu pilar, Jalan Veteran, Jakarta, sekitar pukul 12.17 WIB.
Mereka yang telah tiba di antaranya:
- mantan Danjen Kopassus Jenderal (HOR) Agum Gumelar
- mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono
- mantan Panglima ABRI Wiranto, dan lainnya.
Agum yang mengenakan batik lengan panjang mengatakan kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan banyak kenangan dalam perjuangan di Timor Timur.
Salah satunya yakni bertemu tokoh Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente atau Front Revolusioner untuk Timor Leste Merdeka (Fretillin).
Tokoh-tokoh Fretilin (Frente Revolucionária do Timor-Leste Independente) adalah figur penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Timor Timur (sekarang Timor Leste) dari penjajahan Portugis dan kemudian dari integrasi paksa dengan Indonesia.
Fretilin didirikan pada 11 September 1974 sebagai kelanjutan dari ASDT (Asosiasi Sosial Demokrat Timor), dan menjadi kekuatan utama dalam gerakan pro-kemerdekaan.
"Bertemu dengan pimpinan Partai Fretilin sektor barat Francisco Ferasidi, itu yang paling saya ingat," katanya.
Hal senada disampaikan Hendropriyono.
Ia mengatakan kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo dan para pejuang.
Ia mengatakan memiliki kenangan dalam perang Timor Timur.
"Wah banyak nostalgia," kata Hendro.
Meskipun demikian Hendro belum mau menjelaskan lebih jauh mengenai kenangan dalam perjuangan Timor Timur tersebut.
Sementara itu Wiranto tidak banyak bicara begitu tiba di Istana.
Ia hanya memberikan gestur untuk segera masuk ke dalam Istana.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.