Senin, 1 September 2025

Demo di Jakarta

Pukul 22.00, Massa Aksi Bertahan di Depan DPR Meski Ditembaki Gas Air Mata

Meski ditembaki gas air mata, massa tetap bertahan di depan Gedung DPR hingga malam. Aksi dipicu meniggalnya Affan dan isu tunjangan dewan.

Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com/Reza Deni
DEMO DI DPR - Massa demonstran tetap bertahan di Jalan Gatot Subroto depan gerbang Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/8/2025) malam, meski petugas kepolisian mengeluarkan tembakan gas air mata oleh polisi. Aksi demonstrasi dipicu meniggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan dan isu tunjangan DPR.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Massa aksi lanjutan di sekitar Gedung DPR-MPR RI tetap bertahan hingga Sabtu malam (30/8/2025), meski sempat dipukul mundur oleh aparat kepolisian menggunakan tembakan gas air mata. Kerumunan demonstran masih memadati ruas Jalan Gatot Subroto hingga ke arah Semanggi, menandai eskalasi protes yang belum mereda.

Pantauan di lokasi pukul 22.00 WIB, menunjukkan asap gas air mata masih membubung di udara.

Sejumlah ambulans hilir mudik mengevakuasi peserta aksi yang mengalami gangguan pernapasan dan luka ringan. 

Barisan polisi tetap berjaga dengan tameng, membentuk perimeter di sekitar kompleks parlemen.

Ini menjadi kali ketiga massa bertahan hingga malam di depan Gedung DPR RI.

Sehari sebelumnya, demonstran baru membubarkan diri pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 WIB, setelah aksi berlangsung semalaman.

Baca juga: BREAKING NEWS: Massa Pendemo Bakar Gedung Grahadi Surabaya, Ruang Wagub Jatim Hangus

Gelombang demonstrasi ini dipicu oleh dua peristiwa besar yang memicu kemarahan publik.

Pertama, kebijakan terkait gaji dan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Kedua, kematian tragis Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat mengikuti aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).

Kedua isu tersebut memicu solidaritas lintas kelompok, termasuk mahasiswa, buruh, dan komunitas ojek online. Aksi yang semula terpusat di Jakarta kini telah meluas ke berbagai kota besar dan provinsi lain.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan