Piala Dunia 2022
Piala Dunia Qatar Tetap Jadi Kancah Extravaganza Sepak Bola Dunia
Terlepas tidak ikut sertanya negara seperti Italia, Kolumbia, dan Swedia, Piala Dunia di Qatar tetap kancah extravaganza sepak bola dunia.
Namun pengalaman yang akan membedakan.
GRUP F
Belgia-Kroasia-Kanada-Maroko
Belgia begitu menginginkan untuk menjadi juara dengan generasi emas yang sudah berusia 30an saat ini.
Semifinalis Piala Dunia Rusia ini tetap berbahaya dengan dirigen Kevin van Bruyne.
Kroasia, finalis Piala Dunia Rusia, kali ini berupaya mempertahankan kehormatan dengan menuanya usia pemain seperti sang kapten Luka Modric (Real Madrid).
Kanada dan Maroko sepertinya belum bisa menghalangi Belgia dan Kroasia.
Namun bola bundar, segala bisa terjadi.
GRUP G
Brasil-Serbia-Swiss-Kamerun
Grup ini juga berpotensi 'riuh'.
Brasil jelas favorit unt juara ke 6x.
Tidak pernah kehabisan stok pemain muda, kali ini minimal ada tiga pemain muda yang berpotensi bersinar, Vinicius-22 (Real Madrid), Antony-22 (MU), dan Rodrigo-21 (Real Madrid).
Sang kapten Neymar sangat bermotivasi untuk Piala Dunia terakhirnya. Serbia memiliki potensi. Yg dibutuhkan adalah 'keajeg-an'.
Hal yang dimiliki oleh Swiss yang selalu membuat kejutan. Kamerun harus menyelesaikan masalah intern.
Sepanjang Ketua PSSI nya-Samuel Eto'o tidak campur tangan urusan Coach Rigobert Song, kesatuan tim Kamerun sangat berbahaya.
Sepertinya Brasil akan melenggang didampingi Swiss.
GRUP H
Portugal-Uruguay-Korea Selatan-Ghana.
Portugal memiliki kesempatan emas kali ini.
Sang Kapten yang telah ikut 5x Piala Dunia (rekor) akan menjadikan Piala Dunia ini sebagai ajang kompensasi perseteruannya dng MU.
Didukung skuad yang cukup 'mewah' (sayang Diogo Jota cedera), Portugal harus berupaya melaju sejauh mungkin, mana tahu juara Euro 2016 akan berhasil disini.
Uruguay walau diperkuat Nunez ( Liverpool) dan si gaek Suarez, sepertinya belum cukup modal.
Seharusnya Korsel memanfaatkan hal ini, walau sang Kapten Son (Tottenham) belum tentu fit pasca cedera tulang mata.
Ghana akan menyulitkan jika paling tidak memaksa draw kompetitornya.
Portugal akan sangat sial jika tidak bisa menjuarai grup.
Sebagai warga Asia, saya berharap Korsel mendampinginya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-trofi-piala-dunia.jpg)