Pilpres 2019
Nasib Koalisi Partai Pendukung Prabowo-Sandi Pasca-KPU Umumkan Hasil Akhir Rekapitulasi Pilpres 2019
KPU telah menetapkan hasil akhir rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg)
Penulis:
Daryono
3. AHY Dijadwalkan Kembali Temui Jokowi
Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dijadwalkan kembali bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Agenda pertemuan ini merupakan kedua kalinya usai Pilpres 2019 setelah beberapa waktu lalu AHY bertemu dengan Jokowi di Istana.
Awalnya, pertemuan AHY-Jokowi direncanakan berlangsung hari ini, Selasa (21/5/2019).
Namun, pertemuan ditunda hingga Rabu (22/5/2019) besok.
Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Adita Irawati membenarkan agenda pertemuan itu.
Baca: Terkait Hasil Pilpres, Jangan Dibawa ke Demokrasi Jalanan
Namun, beberapa jam sebelum pertemuan, pihak AHY mendapat kabar bahwa pertemuan itu ditunda.
"Rencananya Mas AHY dipanggil Bapak Presiden pagi ini, namun kami dapat kabar dari Istana bahwa pertemuannya ditunda besok," kata Deputi Media Kogasma Ni Luh Putu Caosa Indriyani kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Caosa menyebutkan, rencana pertemuan atas undangan Presiden Jokowi. Namun, ia mengaku tidak tahu alasan penundaan pertemuan itu.
"Mungkin ada perubahan jadwal juga dari Bapak Presiden," kata dia.
4. Tanggapan Partai Pendukung Jokowi-Maruf
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melihat partai Koalisi Indonesia Kerja pendukung Jokowi-Ma'ruf saat ini sudah cukup kuat dalam mengawal pemerintahan ke depan.
Hal tersebut disampaikan Cak Imin ketika ditanya partai koalisi pendukung pasangan nomor urut 01 itu perlu ditambah lagi atau tidak, mengingat Partai Demokrat dan PAN dikabarkan akan merapat ke Jokowi.
"Cukup-cukup, koalisi cukup jumlahnya dan supaya lebih solid, saya kira cukup," ucap Cak Imin usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/5/2019) sore.

Menurutnya, tanpa penambahan partai politik di kubu Jokowi, koalisi sekarang sudah produktif dan kuat dalam mengawal program-program pemerintah dari parlemen.