Dibanderol Puluhan Miliar Rupiah, 70 Persen Unit Apartemen 'Sultan' Telah Habis Terjual

Setiap unit Le Parc dijual puluhan miliar dan apartemen ini memiliki signature facility yang tidak akan ditemukan di apartemen lain

dokumentasi Le Parc
Le Parc dikenal sebagai apartemen para sultan di Jakarta, sudah 70 persen unitnya terjual 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Le Parc, komplek apartemen eksklusif di dalam Komplek Thamrin Nine yang dikenal sebagai apartemen para sultan di Jakarta, sudah 70 persen unitnya terjual. 

"Le Parc sendiri penjualan pada 2022 sangat bagus, dibanding 2 tahun saat pandemi. Unit terjual sudah hampir 70 persen dan unit yang available sekitar 30 persen," kata Associate Director Sales & Marketing, Le Parc, Anggun Melati dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Menurut Anggun, setiap unit Le Parc dijual puluhan miliar dan apartemen ini memiliki signature facility yang tidak akan ditemukan di apartemen lain, yaitu Garden Atrium sebuah taman terbuka dan akan selalu sejuk di setiap harinya karena dilengkapi pendingin udara (AC).

Baca juga: Greenwoods Group Gandeng Colliers International untuk Kelola Apartemen

"Memiliki taman atau teras terbuka merupakan hal yang biasa, bahkan bagi para penghuni apartemen yang umumnya memiliki lahan yang terbatas. Yang luar biasa adalah jika kita memiliki sebuah taman yang luas dan ber-AC, sehingga selalu sejuk walau dibawah terik matahari,” ujar Anggun. 

Garden Atrium berada di salah satu tower dalam komplek apartemen tersebut, yaitu Le Parc Mansion yang hanya memiliki 30 unit dengan luasan mencapai 1700 meter persegi. 

"Sebagai center piece dari tower tersebut, Garden Atrium memiliki luas 900 meter persegi yang dipenuhi tanaman nan asri dan dinaungi oleh kubah kaca megah setinggi 27 meter," katanya. 

Anggun menuturkan, untuk mewujudkan fitur monumental ini, spesifikasi kaca dan chiller, atau pendingin ruangan, menjadi dua aspek penting yang menentukan keberhasilan operasionalnya. 

PT Putragaya Wahana (PGW) selaku pengembang melakukan studi mendalam guna memastikan kaca yang digunakan mampu menolak panas dan suara, namun juga bisa ditembus cerahnya sinar matahari.

Baca juga: Apartemen Kurang Diminati Masyarakat Indonesia, Ini Penyebabnya

Bukan itu saja, rancangan kubah kaca pun harus dapat dibuka dan ditutup sehingga tanaman yang ada di Atrium tetap dapat tumbuh dengan baik. 

“Oleh karena itu, Garden Atrium di Le Parc ini dapat disebut sebagai suatu maha-karya yang memadukan seni arsitektur dan kecanggihan teknologi dengan sangat mengagumkan,” tuturnya 

Pihak pengembang menunjuk Wimberly Allison Tong Goo (WATG) sebagai arsitek untuk proyek bergengsi ini. 

WATG merupakan firma arsitek asal Hawaii yang piawai dalam merancang resort dan hotel bergengsi di dunia, di antaranya adalah Shangri-La Maldives, St. Regis Astana, Hilton Manila, MGM Grand Las Vegas, Nobu Hotel Los Cabos, dan masih banyak lagi. 

“Salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan arsitek ini adalah untuk mewujudkan visi Le Parc untuk menghadirkan sebuah oasis di tengah Ibu Kota yang memberikan kesan intim dan hangat layaknya sebuah villa pribadi yang penuh dengan sentuhan personal,” jelas Anggun. 

Sebagai pendatang baru di dunia properti, PGW telah membuat pencapaian besar dengan membangun dua gedung tertinggi di Indonesia, yaitu Autograph dan Luminary Tower, yang keduanya melampaui ketinggian 300 meter di atas permukaan tanah. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved