Jumat, 5 Juni 2026

Ramadan 2026

Jelang Sidang Isbat, Peneliti BRIN Prediksi Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berpotensi berbeda di Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wahyu Aji
WartaKotalive.com/henry lopulalan
RAMADAN 1447 H - Suasana buka puasa bersama di lantai dua Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2016). Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berpotensi berbeda di Indonesia. 

"Rukyah penting bagi saudara-saudara kita Muhammadiyah, tapi itu hanya konfirmasi. Berbeda dengan ormas yang lain, termasuk NU di dalamnya, rukyah itu menjadi informasi sedangkan hisabnya itu adalah konfirmasi."

Nasaruddin mengatakan, keduanya sebenarnya sama-sama menggunakan metode hisab dan rukyah, hanya saja penempatan rukyah itu berbeda. 

Sidang Isbat Kemenag

Penetapan awal 1 Ramadan 1447 H/2026 M menjadi momen penting yang ditunggu umat Islam karena menjadi penanda resmi dimulainya ibadah puasa. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan dengan proses terstruktur yang menggabungkan perhitungan astronomi dan pengamatan langsung di lapangan agar keputusan yang diambil bersifat akurat serta dapat dijadikan pedoman bersama.

Proses penentuan tersebut dilakukan melalui sidang isbat, yaitu forum resmi pemerintah yang mempertemukan data hisab (perhitungan posisi bulan secara astronomi) dan rukyat hilal (pengamatan langsung bulan sabit pertama). 

Untuk penetapan 1 Ramadan 1447 H, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Metode yang digunakan adalah kombinasi hisab dan rukyat, dengan laporan pengamatan hilal dari puluhan titik di seluruh Indonesia serta dukungan data cuaca dan astronomi dari berbagai lembaga, termasuk BMKG.

Rangkaian kegiatan sidang isbat diawali dengan pemaparan ilmiah mengenai posisi hilal dan peluang keterlihatannya. 

Setelah itu dilanjutkan sidang tertutup yang membahas hasil hisab dan laporan rukyat dari daerah. Hasil akhirnya kemudian diumumkan secara terbuka kepada masyarakat melalui konferensi pers.

Jadwal Resmi Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 2026 dari Kemenag

Mengutip dari Instagram @bimasislam, secara resmi, jadwal utama sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H adalah sebagai berikut:

  • Pukul 16.30 WIB: Seminar posisi hilal dan paparan data astronomi, disiarkan langsung melalui kanal Bimas Islam TV serta media sosial terkait.
  • Pukul 18.30 WIB: Sidang isbat tertutup dimulai, diikuti perwakilan ormas Islam, pakar falak, dan instansi terkait.
  • Sekitar pukul 19.05 WIB: Konferensi pers dan pengumuman resmi hasil penetapan 1 Ramadan 1447 H kepada publik melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Kemenag.

Sidang digelar di kawasan kantor pusat Kemenag Jakarta dan melibatkan banyak unsur, mulai dari perwakilan lembaga negara, ahli astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. 

Pengumuman Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 2026

Hasil sidang isbat akan diumumkan sekitar pukul 19.05 WIB melalui konferensi pers yang disiarkan langsung secara online. 

  • Masyarakat dapat mengikuti live streaming melalui:
  • YouTube Kemenag RI
  • Bimas Islam TV (YouTube)
  • TikTok Bimas Islam
  • Instagram Bimas Islam

Dengan pengumuman resmi ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat mulai melaksanakan ibadah puasa secara serentak sesuai keputusan pemerintah.

Proses Penetapan: Hisab dan Rukyatul Hilal

Berdasarkan hisab, ijtimak menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB, dikutip dari laman kemenag.go.id.

Posisi hilal saat matahari terbenam seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk dengan ketinggian antara -2° 24’ 42” hingga -0° 58’ 47” dan sudut elongasi 0° 56’ 23” hingga 1° 53’ 36”, sehingga secara teoritis hilal belum bisa terlihat.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved