Ramadan 2026
3 Teks Khutbah Jumat Awal Ramadhan 2026 dengan Berbagai Tema dan Judul
Inilah teks khutbah Jumat awal Ramadhan 2026 dengan berbagai tema yang dapat disampaikan pada Jumat (20/2/2026) hari ini.
Hal itu dikarenakan yang menjadi subjek dan pelaku dalam kegiatan bulan Ramadan tersebut manusia, yang secara khusus disebut oleh Allah Swt dengan penggilan mesra dari sisi keimanannya, sebagaimana tersebut dalam firmannya:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada kaum terdahulu agar kalian menjadi orang yang bertakwa." (Q.S. Al-Baqarah: 183).
Kalimat "ya ayyuhalladzina amanu" tersebut merupakan isyarat kemanusiaan, bahkan bukan hanya sekedar kemanusiaan biasa, melainkan kemanusiaan yang telah berbalut dengan keimanan.
Sehingga keberadaannya lebih mulia dari kemanusiaan biasa, karena dengan sigap akan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan dasar iman dan mengharapkan pahala Allah semata.
Mereka yang telah beriman, dalam perspektif Islam akan menjalani kehidupan yang didasarkan kepada fitrah kemanusiaan yang proporsional karena dengan bimbingan Allah Swt mereka akan menyeimbangkan hak-hak kemanusiaan dan ketuhanan.
Ulama terkenal Mesir, Mutawalli As-Sya'rawi menyatakan bahwa ketika Allah Swt memanggil orang yang beriman, Allah menggunakan fiil (kata kerja) dan tidak menggunakan kata benda.
Hal itu menunjukkan bahwa keimanan manusia kadang naik dan kadang turun, akan tetapi dengan panggilan tersebut, Allah Swt akan meningkatkan kualitas keimanan.
Sebab setelah kata "ya ayyuhalladzina amanu" tersebut dipastikan ada perintah (taklif) yang akan diemban dan dilaksanakan oleh manusia, seperti pada surah Al-Baqarah: 183 ini yang berisi perintah berpuasa di bulan Ramadan.
As-Sya'rawi juga mengatakan bahwa kata "ya ayyuhalladzina amani" tersebut merupakan panggilan sayang Allah, sebagaimana orang tua memanggil anak dengan sifat yang terdapat pada anak tersebut untuk memuliakan keberadaannya dengan perintah yang diberikan sesudah panggilan sayang tersebut.
Sisi kemanusian kedua, terdapat pada perintah kewajiban berpuasa كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ. Kewajiban atau taklif yang menjadi beban manusia ini pada dasarnya berat, sehingga digunakan redaksi "kutiba".
Namun keberatan yang terdapat dalam perintah tersebut masih belum sebanding dengan kemanfaatan yang terdapat di dalamnya bagi manusia, baik secara fisik, emosi, maupun spiritual.
Dengan puasa misalnya, tubuh manusia menjadi lebih sehat dari biasanya karena terjadi proses pemanfaatan energi melalaui timbunan lemak, proses detoksifikasi dan peremajaan sel yang terdapat dalam fisik manusia.
Secara emosi, mereka yang berpuasa akan lebih mampu mengontrol emosinya, karena kemampuannya mengontrol dari makan dan minum akan berefek pada kemampuannya mengendalikan emosinya dan dari emosi ini, manusia akan mampu mengontrol kata-kata hatinya.
Secara spiritual, dengan berpuasa manusia akan menjadi lebih bijaksana dan meningkat derajat ketakwaannya karena telah terbiasa dengan amalan-amalan yang serba baik dan meninggalkan semua amalan buruk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjid-pusdai-jabar-laksanakan-sholat-jumat-berjamaah_20200320_204327.jpg)