Senin, 13 April 2026

Ramadan 2026

Ahli Gizi Ungkap Cara Buka Puasa yang Tepat, Tak Sekadar Makan yang Manis-Manis

Ahli gizi menyarankan berbuka puasa dengan rasa manis dari sumber alami seperti kurma dan buah, bukan dari minuman atau makanan tinggi gula.

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews.com
ILUSTRASI BUKA PUASA - Acara buka bersama karyawan Tribunnews.com yang dilaksanakan pada Senin (24/3/2025). Ahli gizi menyarankan berbuka puasa dengan rasa manis dari sumber alami seperti kurma dan buah, bukan dari minuman atau makanan tinggi gula. 

Ringkasan Berita:
  • Ahli gizi menyarankan berbuka puasa dengan rasa manis dari sumber alami seperti kurma dan buah, bukan dari minuman atau makanan tinggi gula.
  • Gula alami membantu mengembalikan energi setelah puasa sekaligus menjaga keseimbangan gula darah.
  • Saat berbuka, makanan sebaiknya dikonsumsi secara perlahan agar tubuh dapat beradaptasi dan terhindar dari lonjakan gula darah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Saat azan Magrib berkumandang, banyak orang langsung memilih minuman atau makanan manis untuk berbuka puasa.

Kebiasaan ini sudah sangat melekat di masyarakat, bahkan sering dianggap sebagai cara terbaik untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.

Namun, apakah benar semua makanan manis baik untuk berbuka puasa?

Melansir laman undip.ac.id, para ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menjelaskan bahwa yang dianjurkan saat berbuka sebenarnya adalah rasa manis dari sumber alami, bukan sekadar makanan atau minuman dengan kandungan gula tinggi.

Dosen sekaligus dokter spesialis gizi Klinik FK Undip, Enny Probosari, mengatakan tubuh memang membutuhkan sumber energi yang cepat setelah berpuasa seharian.

Namun, sumber energi tersebut sebaiknya berasal dari gula alami.

"Yang dimaksud manis adalah glukosa alami untuk mengembalikan energi dengan cepat, seperti kurma dan buah," kata Enny.

Kurma dan berbagai jenis buah menjadi pilihan yang baik untuk berbuka puasa.

Selain mengandung gula alami, makanan tersebut juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang membantu tubuh beradaptasi kembali setelah berpuasa.

Hal serupa disampaikan oleh Etisa Adi Murbawani, dosen dan dokter spesialis gizi Klinik FK Undip sekaligus Ketua Bagian Ilmu Gizi.

Ia menekankan bahwa sumber gula alami jauh lebih baik dibandingkan minuman manis dengan kadar gula tinggi.

Baca juga: Rekomendasi Buah-buahan untuk Berbuka Puasa dari Ahli Gizi IPB

"Kurma dan buah itu mengandung serat yang banyak dan gulanya pun gula yang baik, oleh karena itu sangat disarankan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Jangan langsung dengan es teh manis atau kolak ya, karena itu gulanya tinggi sekali," ujarnya.

Ia menjelaskan konsumsi gula yang terlalu tinggi dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat, tetapi juga turun secara drastis.

"Kalau gulanya tinggi, nanti gula darahnya akan naik cepat kemudian akan turun cepat. Nah pada saat itulah kita merasa lemas," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved