Minggu, 11 Januari 2026

Bentrok Cikeusik

Pemakaman Warsono Dijaga Ketat Polisi

Prosesi pemakaman jenazah Warsono (33) di TPU Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, dijaga ketat polisi.

Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON
- Prosesi pemakaman jenazah Warsono (33) di TPU Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (8/2/2011) dijaga ketat polisi. Bahkan petugas berseragam lengkap sudah tiba di lokasi beberapa jam sebelum jenazah tiba di kampung halaman.

Polisi, baik dari Polsek Kapetakan maupun Polres Cirebon terlihat berjaga-jaga mulai dari pasar, di depan jalan menuju Desa Dukuh maupun di gang menuju rumah orangtua Warsono di RT 03/ RW 03, Dusun II. Kepala Polres Cirebon, AKBP Edi Mardianto pun terlihat hadir mengamankan lokasi pemakaman.

Penjagaan aparat polisi dalam prosesi pemakaman Warsono ditujukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyerangan dari kelompok tertentu. Pasalnya, semalam sempat terjadi penolakan terhadap jenazah Warsono, oleh sekelompok orang tertentu. Kelompok tersebut tidak ingin jika jenazah Warsono dimakamkan di Desa Dukuh.

Warsono merupakan satu dari empat korban tewas dalam insiden penyerangan Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2011). Dia terluka hingga tewas di lokasi kejadian, saat hendak mengamankan tempat tinggal rekan-rekannya sesama jemaah Ahmadiyah di Cikeusik.

"Dia diserang saat masih di dalam mobil. Belum turun," ujar adik kandung Warsono, Andri yang menyertai jenazah dari Jakarta hingga Cirebon. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved