Kamis, 9 April 2026

Gay Remaja di Ketapang Juga Layani Pejabat?

Ketua KPA Kabupaten Ketapang, Soepiyat mengaku kaget ketika memimpin sosialisasi tentang IMS tersebut. Pasalnya, para peserta sosialisasi itu

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Pionerson Ucok

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Sebanyak 31 remaja putra yang juga merupakan pelajar SMP dan SMA, berkumpul di sebuah restoran ternama di Kota Ketapang, Minggu (27/2/11). Mereka hadir di tempat itu untuk mengikuti sosialisasi tentang penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ketapang.

Ketua KPA Kabupaten Ketapang, Soepiyat mengaku kaget ketika memimpin sosialisasi tentang IMS tersebut. Pasalnya, para peserta sosialisasi itu seluruhnya remaja pria yang berstatus pelajar SMP dan SMA.

"Saya kaget melihat kalian masih muda. Tapi terimakasih kalian sudah datang," ujar Soepiyat saat membuka sosialisasi itu.

Menurut informasi dari sumber Tribun, para remaja putra tersebut berasal dari sejumlah komunitas dengan risiko tinggi tertular IMS. Di antaranya berasal dari kalangan gay, pekerja seks komersial pria, dan ada juga pecandu narkoba. Sumber Tribun tersebut mengatakan, komunitas ini kerap mangkal secara menyebar di sejumlah daerah keramaian di Kota Ketapang.

Seorang peserta sosialiasai, Hr (17) mengakui dirinya merupakan satu di antara gay usai remaja yang memang memiliki komunitas tersendiri di Kota Ketapang. Ia menuturkan, mulai terjerumus dalam pergaulan sesama jenis sejak tiga tahun lalu.

"Alasan saya sih cukup sederhana dan cukup umum, yaitu karena kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu," ujar Hr sambil tersenyum.

Hr menjelaskan, sekali melayani tamu prianya, ia mendapat bayaran antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. Orang yang bertransaksi dengan dirinya pun berasal dari kalangan bervariasi, mulai dari orang biasa hingga sejumlah kalangan yang disebutnya sebagai pejabat.

"Awal mulanya kami nongkrong-nongkrong di tepi jalan. Tiba-tiba ada bencong yang nawarin tamu. Karena tak ada uang kami coba-coba. Lama kelamaan ya beginilah," ucap Hr.

Di antara pembiacara dalam sosialisasi itu yakni Koordinator Klinik IMS Gajahmada Ketapang, dr Syamsinar. Dia menekankan, cara jitu untuk terhindar dari jangkitan penyakit IMS adalah dengan menghindari berhubungan intim sebelum menikah, termasuk hubungan sesama jenis.

Syamsinar menjelaskan, IMS merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kemandulan, kanker, merusak otak, penglihatan, dan memicu terjangkit virus HIV. Pada akhirnya penyakit ini pun bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.

"Obat hanya akan memperlambat penyebaran virus yang ada. Jadi sangat disayangkan jika anak remaja diusia kalian terkena virus ini," kata Syamsinar.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved