Warga Pontang-panting! Gempa Susulan Singkawang Lebih Besar
Gempa kembali mengguncang wilayah Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang, Rabu (24/8/2011) malam. Kali ini, kekuatan gempa lebih besar
Dalam sekejap, kondisi jalan di desanya menjadi ramai. Tidak ada warga yang berani tinggal dalam rumah.
Puluhan warga dari arah Sungai Duri dan Sungai Pangkalan juga terlihat mengungsi mengendari motor dan mobil bak terbuka.
Pengumuman waspada gempa terdengar dari beberapa surau desa. Warga diminta untuk tetap di luar rumah dan tidak panik menghadapi gempa yang baru saja mereka rasakan.
Bie Bie (29), warga Sungai Raya, mengungkapkan, waktu kejadian ia sedang membetulkan genset. Tiba-tiba terasa ada getaran besar. "Getarannya jauh lebih besar dari getaran hari Selasa lalu,," tuturnya.
Warga langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan bertahan di tepi jalan.
Ada beberapa warga yang lari ke pantai untuk mengecek situasi permukaan laut, untuk mengantisipasi terjadinya tsunami. Pantauan warga, tanda-tanda tsunami seperti air surut, tak terlihat.
Kapolsek Sui Raya, AKP CH Sitorus, membenarkan adanya keresahan warga yang terjadi di jalur Sungai Pangkalan 1 hingga Teluk Soak.
"Sekarang mereka sudah agak tenang dan ada juga yang memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Tadi pun saya bersama Camat juga telah memberikan imbauan agar warga tidak terlalu resah," ujar saat dihubungi pukul 00.30 WIB.
Singkawang Juga Panik
Dari Singkawang dilaporkan, kepanikan juga melanda warga. Sinta, warga Komplek Griya Makmur, Jl Pramuka, mengaku gempa terjadi sangat cepat.
"Getarannya terasa sekitar tiga atau empat detik. Saya tadi sedang sedang nonton televisi," katanya.
Hampir semua penghuni Komplek Griya Makmur, kata Sinta, keluar rumahnya saat itu. "Ada ibu-ibu dan anak-anak. Tapi tidak lama kemudian mereka kembali masuk rumah," katanya.
Sekda Kota Singkawang, Syech Bandar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Manajer Taman Pasir Panjang Indah, untuk memantau kondisi air laut. "Untuk antisipasi kita tempatkan petugas untuk memantau air laut," ujarnya.
"Mudah-mudahan tidak terjadi tsunami. Ini hanya untuk antisipasi saja. Jika ada apa-apa, petugas akan cepat melapor," ungkapnya.
Di sepanjang jalan daerah Semudun dan Sungai Kunyit di Kabupaten Pontianak, warga juga terlihat berhamburan keluar dan memilih bertahan di sepanjang jalan.
Tampak sejumlah warga sibuk menelepon sanak keluarganya melalui telepon seluler.