Trans Sumatera Butuh Dana Rp 99,8 T

Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan pembangunan trans Sumatera sepanjang 2.700

zoom-inlihat foto Trans Sumatera Butuh Dana Rp 99,8 T
Proyek tol Sumatera

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Husin

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan pembangunan trans Sumatera sepanjang 2.700 Km dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung berkonsep High Grade Highway (HGH) dengan perkiraan anggaran Rp 99,88 triliun.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan pada acara rakor gubernur se-Sumatera di Palembang, Senin (20/2/2012).

Diprioritaskannya jaringan jalan Trans Sumatera itu mengingat pertumbuhan ekonomi di Sumatera pesat sehingga kebutuhan akan infrastruktur pun sangat mendesak.

Statemen serupa juga diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan. Pembangunan jalan Tol Sumatera mendesak untuk dibangun supaya percepatan perekonomian daerah semakin baik.

Sumatera sekarang ini telah memiliki listrik cukup baik dan bila ada jalan Tol maka perekonomian daerah akan semakin baik lagi, kata menteri pada acara rapat koordinasi percepatan pembangunan jalan Tol Sumatera di Palembang, Senin.

Menurutnya, ruas jalan nasional yang akan dibangun nantinya terdiri atas jalan bebas hambatan dengan pembiayaan dana APBN. Sementara sebagian jalan tol dengan pendanaan public private partnership.

Joko mengatakan ruas jalan tersebut akan dibangun di sepanjang duplikasi jaringan jalan Timur Sumatera, yakni sedikit agak bergeser dari Lintas Timur Sumatera yang saat ini telah eksisting.

HGH Trans Sumatera ini terdiri atas Koridor Bakauheni Banda Aceh sepanjang Lintas Timur Sumatera (2.014 km) yang disertai jalan penghubung (feeder) sepanjang 720 km.

HGH juga akan menghubungkan 8 Pusat Kegiatan Nasional, 6 pelabuhan udara, dan 7 pelabuhan utama. Menanggapi hal itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pembangunan jalan bebas hambatan tersebut menggunakan dana pihak ketiga.

Pemerintah hanya akan membebaskan lahan jalan yang dilalui tersebut. Untuk itu, pihaknya mengharapkan perizinan pembangunan jalan bebas hambatan tersebut dipercepat.

Hal ini karena semua provinsi sudah siap bahkan ada yang telah melaksanakan pembebasan lahan. Jalan Tol Sumatera Mendesak karena itu, melalui rapat koordinasi tersebut akan diketahui permasalahan yang dihadapi, kata dia pula.

Selain itu, rapat koordinasi ini untuk menyelaraskan jalur jalan bebas hambatan tersebut di setiap provinsi.

Dikatakannya, memang secara umum pembangunan jalan tersebut belum begitu ekonomis. Namun, lanjut dia, setelah dibangunnya jalan bebas hambatan tersebut sangat menguntungkan daerah.
“Jadi kapan lagi dibangun bila tidak mulai dari sekarang,” kata dia.

Namun diakui, pembangunan jalan tol memerlukan dana cukup besar. Pemerintah sekarang masih kesulitan untuk menyediakan anggaran pembangunan jalan tol itu.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved