Kamis, 9 April 2026

Bus Maut di Payakumbuh

Ibu, Istri dan Anak Ali Ikut Terbakar di Bus PO Yanti

Rintihan anak kandungnya yang terbakar di dalam kobaran api masih terngiang di telinga Ali Amran (45)

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hengki Seprihadi

TRIBUNNEWS.COM, PAYAKUMBUH – Rintihan anak kandungnya yang terbakar di dalam kobaran api masih terngiang di telinga Ali Amran (45). Ali, bersama istri, ibu, dan seorang anak laki-lakinya yang masih berusia tujuh tahun, adalah penumpang 'bus maut' PO Yanti Group, yang terbakar di dekat kelok 9, Sumatera Barat.

"Dia tak henti-henti menangis di hadapan saya. Dia bilang masih terngiang di telinganya teriakan sang anak minta tolong," ujar Doni, penyidik kepolisian yang memeriksa Ali sebagai saksi di Mapolres Lima Puluh Kota.

Yasnimar (41), Riski M (7), Dariman (75), masing-masing adalah istri, anak, dan ibu bagi Ali Amran. Orang-orang kesayangannya itu tewas seketika dalam peristiwa nahas Selasa dinihari.

Menurut penuturan Doni, mereka sekeluarga beberapa hari yang lalu datang ke Duri untuk menghadiri pesta pernikahan famili mereka yang ada di sana. "Sekarang ini mereka mau pulang kampung lagi. Saya nggak sampai hati mendengar cerita pak Ali itu. Dia tidak berhenti menangis waktu saya periksa. Saya harus membujuk dia agar tetap bisa mendapatkan keterangan," ujar Doni kepada Tribun.

Penuturan Doni, Ali membeli tiket di Duri. Mereka mendapat tempat duduk sederetan, nomor bangku 14 sampai 16. Susunan bangku bus itu ada empat bangku tempat duduk per saf. Keempat saf terbagi dua di bagian tengah. Bagian itu tempat lewat orang.

Ali duduk di bangku terpisah dengan istri dan orang tuanya. Istri Ali memeluk anaknya. Di tengah perjalan, naik seorang ibu tua. Orang tua itu tidak bisa duduk di bangku belakang. Merasa kasihan, Ali memberikan tempat duduknya kepada ibu tua itu. Tak disangka, api mulai menjalar dari bagian mesin di bagian depan.

Ali mengaku tidak bisa lagi mencapai posisi tempat duduk istrinya. Karena duduk di belakang, dia berusaha menjebol pintu belakang. Ia melihat pintu itu terikat tali plastik. Namun ia tetap tak bisa membuka pintu itu.

Penumpang lain lalu memecahkan kaca. Ali menyebutkan kepada Doni, penumpang lain sempat menginjak-injak dirinya untuk bisa melompat keluar melalui jendela. Hingga akhirnya Ali juga melompat keluar melalui jendela itu.

Sesampai di luar bus, ia melihat seorang ibu tua kesulitan meloncat melalui jendela bus. Ia pun mengaku sempat menolong ibu tua itu. "Saat sudah berada di luar bus itulah pak Ali itu mendengar teriakan minta tolong dari anaknya," ujar Doni.

Ibu, Istri dan Anak Ali Ikut Terbakar di PO Yanti

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved