Tiba di Asrama, Rekan Buchori Digelandang ke Polda
Pemeriksaan ini berlangsung tertutup
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Jika jemaah haji yang lain pulang dari Tanah Suci langsung bisa kembali bertemu keluarga di kampungnya, tidak demikian dengan Rizak dan Halik, jemaah haji asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan.
Keduanya langsung digelandang ke Polda Jatim. Begitu tiba di Asrama Haji Sukolilo, Kamis (8/11/2012), Rizak dan Halik, mereka langsung ditempatkan di ruangan khusus sebelum diangkut ke Polda Jatim.
Saat ini, dua rekan Buchori itu sedang diperiksa di Polda Jatim. Mereka adalah jemaah haji pembawa buku nikah palsu untuk dijual di Mekkah. Setiap lembar buku nikah palsu itu laku rata-rata Rp 4 juta. Biasanya dibeli oleh para TKI atau yang bermukim di Arab.
Pencekalan dua rekan Buchori itu berlangsung relatif cepat. Sejumlah anggota Polda Jatim lebih dulu menunggu kedatangan kloter 20.
Kloter ini terdapat dua jemaah haji yang ditunggu-tunggu. Begitu jemaah turun dari bus, Rizak dan Halik lebih dulu dipanggil melalui pengeras.
Mereka tak menaruh curiga karena yang memanggil adalah PPIH (panitia penyelenggara ibadah haji). Mereka diminta mengambil koper di belakang hal Mina. Namun di tempat ini sudah siap menjemput dua jemaah haji.
Bersama ketua Kloter 21 Kusmanto, mereka lebih dulu digelandang di salah satu ruang di Hall A, Asrama Haji Sukolilo. Selain dua rekan Buchori ada pula Siti Nurul Hasan. Pemeriksaan ini berlangsung tertutup.